Bisnis Telekomunikasi Tetap Moncer Meski Dolar AS Naik

Bandung - Meski nilai tukar dolar Amerika Serikat tengah meroket, bisnis telekomunikasi di Indonesia diramalkan akan tetap positif hingga akhir 2018. TemanBaik pengin tahu alasannya?

Nah menurut Vice President XL Axiata Central Region, Rd. Sofia Purbayanti, optimisme ini lahir dari tren penggunaan internet yang kian meluas. Enggak hanya di kalangan urban perkotaan loh, kini kebutuhan data juga semakin meluas di kawasan rural alias pedesaan.

"Dengan penggunaan internet yang semakin meluas, kami  tetap optimistis, bisnis telekomunikasi akan berjalan positif hingga akhir gahun. Namun kita juga harus menggenjot strategi bisnis ini dengan memperkuat jaringan di seluruh wilayah Central Region," ujar Sofia kepada BeritaBaik.

Enggak tanggung - tanggung loh TemanBaik, untuk memberi kenyamanan para pengguna data, XL menggelontorkan belanja modal sampai 90 juta dolar AS. Selain membangun sarana infrastuktur, ia juga mengedepankan pengalaman dan kenyamanan para pelanggannya lewat berbagai program value added service alias bonus - bonus ciamik.

"Di Jawa Barat saja ada 14 juta pelanggan yang butuh layanan prima. Enggak hanya kualitas jaringan, kami juga perkuat program Xtravaganza dan Fantaxis. Hubungan baik itu harus dibangun lewat apresiasi, khususnya buat konsumen yang setia, salah satunya dengan mengundang Melly Mono untuk menghibur," tukasnya.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler