Dede Dani, Perawat Harimau di Kebun Binatang Bandung

Bandung - Saat berkunjung ke kebun binatang, TemanBaik pasti lebih fokus untuk menyaksikan tingkah satwa yang ada di sana. Tapi, di balik koleksi satwa itu, ada sosok-sosok penting yang justru selama ini jarang tersorot.

Sosok itu adalah para pawang. Merekalah yang bertugas memastikan hewan-hewan di kebun binatang dalam keadaan terawat. Satu dari sekian banyak sosok itu adalah Dede Dani, pawang Harimau Sumatera di Kebun Binatang Bandung (KBB). Ia sudah bekerja selama 27 tahun di sana sejak 1991.

Setelah sempat ditugaskan di beberapa posisi, sekira 20 tahunan terakhir ia bertanggungjawab 'memegang' tiga ekor Harimau Sumatera. Ia bertugas membersihkan kandang, merawat, hingga memberi makan sang harimau. Sepintas, tugas itu terkesan mudah dan sederhana. Tapi, perlu kehati-hatian tinggi. Sebab, sekali melakukan kesalahan, nyawa bisa menjadi taruhannya.

Contohnya saat akan membersihkan kandang pamer, harimau harus lebih dulu digiring untuk ditempatkan di ruang khusus. Setelah masuk ke ruang khusus yang lokasinya masih di sekitar kandang pamer, baru ia bisa membersihkan kandang pamer.

Baca juga: Uniknya Nama Anak Harimau Koleksi Baru Kebun Binatang Bandung

Jika ternyata kandang khusus lupa dikunci, bisa-bisa sang harimau terlepas dan malah menerkam Dede yang sedang membersihkan kandang. Tapi, ia bersyukur karena selama ini tidak pernah lalai dalam pekerjaannya yang bisa berujung maut.

"Risiko paling besarnya itu kalau ngurus harimau, takut keluar, takut kabur," ujar Dede kepada BeritaBaik.

Di balik terancamnya nyawa, pria kelahiran 1973 itu berusaha menjalankan tugasnya dengan baik. Alhasil, dibawah perawatannya, sudah lebih dari 10 anak harimau yang terlahir dari induknya. Tapi, harimau-harimau itu tidak semua berada di KBB. Ada yang diserahkan ke kebun binatang lain dan tempat lainnya untuk dirawat.

"Kalau harimau yang kita rawat sampai hamil dan melahirkan, itu paling bangga buat saya. Itu karena hewan ini terancam punah di alam liar," ucap Dede.

Dede sendiri sangat dekat dengan tiga harimau yang menjadi 'anaknya'. Saat dipanggil dari balik kandang, mereka akan menghampiri, bahkan mengaum. Tapi, ia mengaku tidak bisa berdekatan secara langsung dengan harimau yang sudah dewasa. Sebab, sisi liar mereka tidak bisa dibendung.

Jika harimaunya masih bayi atau maksimal berumur setahun, ia masih bisa bercengkrama meski sering digigit dan dicakar. Tapi, gigitan dan cakaran itu hanya sekedar 'main-main' dan menurutnya tidak terlalu sakit.

Dede sendiri berencana tidak mencari pekerjaan lain yang sudah lama digelutinya itu. Ia terlanjur mencintai pekerjaannya dan harimau-harimau yang sudah seperti anaknya sendiri. "Bisa dekat sama binatang buas itu asyik karena enggak semuanya berani dekat sama binatang buas. Saya juga awal-awal kerja ngeri, tapi lama-lama mah sudah biasa," pungkas Dede.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler