Mengenal Panti Tunanetra Tertua di Indonesia

Bandung - Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyataguna Bandung menjadi tempat pendidikan khusus bagi penyandang tunanetra dan low vision. Di sini, mereka akan ditempa agar memiliki sejumlah keahlian di tengah keterbatasan penglihatannya.

Tempat ini didirikan pada 1901 di zaman kolonial Hindia-Belanda atau menjadi tempat pendidikan tunanetra tertua di Indonesia. Tempat yang sebagian bangunannya asli buatan Belanda ini juga memiliki luas lahan mencapai 4,5 hektare.

"Panti ini awalnya didirikan oleh dokter mata Belanda yang pada saat itu merasa prihatin terhadap teman-teman tunanetra. Dulu nama awalnya Blind Institute atau Rumah Buta Bandung," kata Humas PSBN Wyataguna Suhendar kepada BeritaBaik.

Sejak awal, panti difokuskan untuk melatih mental dan membuat para siswanya memiliki kemampuan agar bisa bekerja. Salah satu yang identik adalah keahlian lulusannya yang mahir dalam dunia pijat.

"Lulusan dari sini memang identik dengan pijat, tapi sebenarnya di luar itu mereka juga memiliki keahlian lain, seperti bermusik dan programer komputer," ujarnya.

Sejak 1901 sampai sekarang, sudah ribuan orang lulus dari Wyataguna. Mereka berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Setelah lulus, mereka pun bisa bekerja dengan berbagai bekal keahlian yang dimiliki selama belajar di Wyataguna.

Pola belajar khusus pun diterapkan agar para siswa memiliki mental kuat dan keahlian mumpuni. Salah satu caranya, pada tiga bulan awal, siswa akan menjalani proses adaptasi.

Berbagai cara dilakukan untuk membangkitkan semangat mereka. Sehingga, mereka punya kepercayaan diri dan motivasi bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Setelah itu, mereka akan belajar banyak keahlian hingga akhirnya lulus dari lembaga dibawah Kementerian Sosial RI tersebut. Sebelum 'beredar' ke dunia luar, mereka juga akan dibekali pengalaman dengan terlebih dulu magang di dunia kerja.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler