Apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater? Cari Tahu Yuk!

Bandung - Profesi psikiater dan psikolog sering membuat masyarakat bingung membedakannya. Bahkan, banyak juga yang menyebut kedua profesi itu sama saja. Yuk kita pahami perbedaannya!

"Psikiater itu dokter, kalau psikolog itu bukan dokter," kata Ketua Komunitas Kesejahatan Jiwa Masyarakat Jabar Teddy Hidayat, di Bandung, Rabu (10/10/2018).

Saat menangani pasien, seorang psikiater bisa memberikan resep atau obat kepada pasiennya. Sebaliknya, psikolog tidak diperbolehkan memberikan resep atau obat.

Psikiater juga lebih banyak menangani pasien dengan gangguan kejiwaan yang dikategorikan sebagai penyakit. Mereka yang mengalami gangguan jiwa ringan, sedang, hingga berat menjadi ranah para psikiater.

Baca juga: Kenali Gejala Gangguan Jiwa dan Cara Menanganinya

Sebaliknya, psikolog lebih menangani pasien dalam urusan konsultasi. Mereka yang tidak bisa menemukan solusi dari permasalahannya bisa menyampaikannya kepada psikolog untuk meminta saran.

Setelah berkonsultasi, seorang psikolog akan memberikan saran apa yang harus dilakukan oleh pasiennya. Karena metode pelayanan yang diberikan lebih kepada konseling, istilah umum ada yang menyebut seorang psikolog sebagai tempat 'pelayanan curhat'.

"Psikolog itu juga memeriksa (pasien), tapi ngobatinnya dengan wawancara, diskusi. Psikolog itu menangani misalnya ada masalah pekerjaan, bertengkar sama teman, suami-istri bertengkar, dan lain-lain. Tapi kalau sudah ada gangguan (kejiwaan), ada cemas, depresi, ini sakit nih, ini bagian psikiater," jelas Teddy yang juga dosen psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Jadi, TemanBaik sekarang jangan lagi tertukar atau bingung dengan istilah psikiater dan psikolog. Intinya, jika mengalami gangguan kejiwaan, maka datanglah ke psikiater. Tapi, jika memiliki masalah dan tidak bisa menemukan solusinya, pergilah ke psikolog.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler