Langkah Pemprov Agar Krisis Air Tak Jadi 'Tradisi' di Jabar

Bandung - Pemprov Jabar akan mengambil sejumlah langkah untuk mencegah krisis air bersih kembali terulang. Saat ini, krisis air masih terjadi dan melanda berbagai daerah di Jabar secara merata. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan salah satu langkah mencegah krisis air itu adalah dengan membangun danau buatan secara bertahap. Instansi terkait pun sudah diberikan instruksi secara langsung.

"Saya perintahkan (instansi terkait) untuk mencari lokasi-lokasi yang akan dijadikan danau buatan," kata Emil, sapaan akrabnya.

Salah satu yang jadi incaran untuk dijadikan danau buatan adalah kawasan Cieunteung di Baleendah, Kabupaten Bandung. Daerah itu merupakan 'langganan' banjir setiap musim hujan akibat meluapnya air Sungai Citarum.

Dengan dijadikan danau buatan, Cieunteung nantinya akan jadi tempat penampungan air. Sehingga, saat musim kemarau, air yang ditampung di sana bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

"Selain Cieunteung, di mana ada lahan nganggur di sepanjang Sungai Citarum, itu kita akan coba usulkan untuk segera dibeli dan dijadikan danau," ucap Emil.

Semakin banyak danau buatan, maka jumlah air yang tertampung akan semakin melimpah. Sehingga, saat musim kemarau, diharapkan 'tradisi' krisis air tidak berlanjut.

"Semakin banyak 'ember-ember kecil', kira-kira begitu teorinya, itu tetap akan membuat air menjadi tertampung dengan baik pada saat krisis seperti ini," jelas Emil.

Sementara untuk jangka pendek, Emil juga sudah menginstruksikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan modifikasi cuaca. Hujan buatan akan diturunkan demi membuat sumber-sumber air baku yang saat ini terus menyusut kembali terisi.

Sasaran dari hujan buatan itu adalah wilayah penting untuk menunjang ketersediaan air seperti di area waduk dan bendungan. Modifikasi cuaca akan dimulai pekan depan.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler