Pengemudi Difabel Juga Wajib Patuhi Aturan Lalu Lintas

Bandung - Seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor, kampanye keselamatan berkendara juga wajib dikebut loh. Komitmen ini juga bisa kita lihat dari rangkaian program Michelin Safety Academy. Enggak hanya mengedukasi para siswa SMA, MSA juga menggaet TemanBaik para penyandang disabilitas. Seperti apa edukasinya?

Nah buat TemanBaik difabel, di Indonesia ada istilah keterampilan defensive driving yang harus dipatuhi. Ketua Motor Disable Federation (Modif) Indonesia Janwar Nugraha bercerita, kaum disabilitas punya kebutuhan mobilitas yang sama dengan mereka yang normal. Di sisi lain, mereka juga harus mendapatkan edukasi yang komplet terkait kesiapan kendaraan, perlengkapan diri dan etika kesantunan berkendara saat di jalanan.

"Pelatihan defensive driving sangat diperlukan karena masalah keselamatan berkendara di jalan berkaitan erat dengan penambahan penyandang disabilitas di negara kita. Enggak hanya soal kemampuan mengendarai, tapi menyangkut perilaku berkendara yang baik karena kondisi yang terbatas," ujar Janwar kepada BeritaBaik.

Menurutnya, saat ini banyak loh TemanBaik penyandang disabilitas yang mengendarai kendaraan roda tiga. Kondisi kendaraan yang dimodifikasi ini juga membutuhkan edukasi yang khusus agar mereka lebih memahami keselamatan dan tanggungjawab saat berkendara di jalanan. Salah satu contoh, tata tertib dan kepedulian antar pengendara.

"Enggak hanya melalui tanggungjawab sosial dari perusahaan seperti Michelin. Kami juga berharap pemerintah atau kepolisian juga bisa memberikan defensive driving yang lebih masif buat teman - teman yang membutuh. Kami harus beraktivitas normal, tapi butuh juga edukasi yang tepat agar di jalan lebih tertib dan mematuhi aturan," pungkasnya.

Sebagai informasi, MSA 2018 di tahun ini mengajak sekitar 500 siswa SMA Di Jawa Barat. Selain itu, diberikan juga pelatihan defensive driving buat kaum disabilitas dan pengemudi online. Keren kan.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler