Kisah Petugas Damkar, Padamkan Api hingga Jatuh dan Kaki Melepuh

Kondisi kaki kiri hingga paha menjadi bukti bagaimana kerasnya perjuangan Ica Sumpena (52) sebagai petugas di Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung. Pada 2011 silam, ia terjatuh dari lantai dua sebuah bangunan yang terbakar, kakinya kemudian terkena bara api, wajahnya pun terkena serpihan keramik.

Luka bakar yang dialami Ica pun cukup parah. Butuh waktu setahun ia menjalani pemulihan hingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Setelah pulih, meski luka bakarnya menyisakan bekas, ia tidak kapok. Ica justru kembali memilih meneruskan jadi petugas lapangan di Diskar PB.

"Dulu ditanya sama pimpinan 'mau pindah enggak jadi staf?'. Karena sudah kepalang tanggung, saya mending jadi pasukan (lapangan) saja," ujar Ica kepada BeritaBaik, Senin (22/10/2018).

Menjadi petugas Diskar sejak 1994 pada usia 27 tahun, membuat Ica begitu mencintai pekerjaannya. Pria yang kini menjadi Komandan Peleton III Diskar PB Kota Bandung itu menjadikan pekerjaannya sebagai sarana ibadah untuk menolong orang lain.

"Pekerjaan ini buat saya panggilan jiwa," ucapnya.

Meski pekerjaannya sangat lekat dengan maut, ia tidak gusar. Baginya, bekerja menolong orang lain memberi kenikmatan tersendiri. Apalagi, petugas Diskar tidak hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran.

Saat ini, petugas Diskar memiliki beragam fungsi selain memadamkan kebakaran, mulai dari penanggulangan bencana, menangkap ular di rumah warga, memindahkan sarang tawon yang berbahaya, serta berbagai 'keanehan' lain yang membahayakan warga.

Ica pun bersyukur mendapat dukungan penuh dari keluarga soal pekerjaannya yang menantang maut. Bahkan, selepas mengalami kecelakaan saat memadamkan kebakaran, ia tetap didukung menjadi petugas Diskar oleh keluarga.

Dari sederet tugas itu, memadamkan api memang jadi tugas utamanya. Ia pun berkelakar sudah lupa berapa kasus kebakaran yang ditanganinya karena tidak pernah menghitungnya.

Disinggung soal kepuasan terbesar menjadi petugas Diskar, hal itu akan dirasakannya ketika kebakaran atau bencana lainnya mampu ditangani. "Kalau tidak ada korban, kerugian minim, itu kepuasan," tutur Ica.

Sementara setelah kecelakaan pada 2011 itu, Ica bersyukur tidak pernah mengalami kecelakaan lagi hingga sekarang. Meski begitu, kecelakaan kecil beberapa kali dialami seperti terkena serpihan bara api. Tapi hal dianggap sebagai biasa sebagai sebuah risiko pekerjaan.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler