Di Gang Ini Belatung Dimanfaatkan untuk Makan 80 Kilogram Sampah

Bandung - Apa yang ada dalam benak TemanBaik ketika mendengar kata belatung? Geli, ngeri, jijik, atau membayangkan hal lain?

Tapi, di luar bayangan TemanBaik, belatung ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat di salah satu gang di kawasan RW 10 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

Di sini dikembangkan peternakan black soldier fly atau sering disebut lalat tentara hitam. Lalat itu biasanya hidup di kawasan peternakan dan jarang di temui di lingkungan tempat tinggal. Dari lalat itu, belatung hasil perkawinannya dijadikan 'senjata' untuk memakan sampah organik.

Belatung disimpan di tempat khusus, yaitu semacam rak kayu tiga tingkat yang sudah dilapisi plastik tebal. Di atasnya kemudian disimpan sampah organik.

"Kapasitas di sini sehari bisa sampai 80 kilogram sampahnya habis dimakan secara bertahap," kata Ketua LPM Kelurahan Sukaasih Agus Hermawan, Jumat (26/10/2018).

Belatung dari black soldier fly sendiri ukurannya lebih besar dari belatung biasa. Panjangnya bisa mencapai 2 sentimeter. Fase menjadi belatung hanya 18 hari. Setelah itu, belatung akan berubah menjadi lalat dan kembali dikembangkan.

Tingkat rakus dari belatung itu sangat luar biasa. Mereka tidak akan berhenti makan sampai nantinya memasuki fase menjadi lalat. Sampah seperti roti, biji buah-buahan, sayuran, hingga tulang ayam akan ludes tak tersisa.

Tapi, ada beberapa jenis sampah yang tersisa, salah satunya daun kering. Meski begitu, sampah yang tersisa bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Warga di Kelurahan Sukaasih pun kini banyak yang berbondong-bondong mengirimkan sampahnya ke lokasi. Tapi, mereka sudah memilah lebih dulu. Sehingga hanya sampah organik yang dikirim.

Cara itu cukup efektif untuk menekan jumlah produksi sampah rumah tangga di kawasan Sukaasih. Tapi, hal itu masih harus terus dimaksimalkan. Sosialisasi terus dilakukan kepada warga sekitar agar memilah sampahnya dengan baik dan memanfaatkan keberadaan belatung.

Lurah Sukaasih Ade Rahayu berharap program yang di wilayahnya menjadi contoh bagi daerah lain. Sehingga, produksi sampah di Kota Bandung bisa berkurang dan tidak melulu mengandalkan dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah (TPAS).

"Kalau tiap kelurahan di Kota Bandung berpikir seperti kami, maka masalah sampah di Kota Bandung insya Allah akan hilang," ujar Ade.

Pengembangan lalat dan belatung itu dimulai sejak Maret lalu dengan menggunakan dana LPM Kelurahan Sukaasih. Tapi, baru mulai Agustus belatung bisa dimanfaatkan untuk memakan sampah.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler