Basarnas Turunkan Robot untuk Lacak Pesawat Lion Air yang Jatuh

Bandung - Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan robot untuk mencari keberadaan bangkai pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Senin (28/10/2018).

"Kita menggunakan ROV, yaitu robot penyelam untuk melihat karakteristik di bawah air," kata Juru Bicara Basarnas Jabar Joshua Banjarjohor.

Dengan robot itu, keberadaan bangkai pesawat yang diduga berada di bawah laut akan bisa dicari. Robot semacam kapal selam berkamera itu akan menyisir perairan di sekitar Indramayu, Karawang, dan Jakarta.

Selain robot, Basarnas Jabar juga menerjunkan personel untuk membantu proses evakuasi di lokasi. Puluhan personel dikerahkan dan sebagian sudah berada di laut untuk proses evakuasi.

"Kami juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di perairan Indramayu, Karawang, dan Jakarta. Kini beberapa kapal sudah membantu melakukan pencarian," ungkap Joshua.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi mengatakan proses evakuasi terus berlangsung. Tim yang sudah terjun ke lokasi di antaranya dari Kantor SAR Jakarta, Basarnas Special Group, Kantor SAR Lampung, serta berbagai potensi SAR lainnya.

"Para penyelam kami sudah bergerak dengan peralatan bawah airnya. Kami mohon doanya, semoga proses evakuasi para korban dapat berjalan lancar," tutur Syaugi.

Jatuhnya pesawat tersebut sejauh ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Blackbox atau kotak hitam dari pesawat itu harus ditemukan lebih dulu agar diketahui penyebab pasti dari jatuhnya pesawat.

Yang pasti, pesawat dengan total 189 kru dan penumpang itu kehilangan kontak dan diketahui jatuh di perairan Karawang.

Saat jatuh, beacon emergency local transmitter pada pesawat tidak terpancar. Sehingga, jatuhnya pesawat tidak terpantau oleh medium earth orbital local user terminal (MEO LUT) yang ada di Kantor Pusat Basarnas.


foto dokumentasi Basarnas


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler