Kisah Jaket Produk Bandung yang Dibeli Jokowi di IdeaFest 2018

Bandung - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeli sebuah jaket saat mengunjungi pameran dalam acara IdeaFest 2018 di Jakarta Convention Center (JCC). Jaket itu ternyata merupakan produk lokal asal Bandung dengan merk AME Raincoat.

Owner AME Raincoat Bimo Atiflugeni Usoko Ady mengaku tidak pernah membayangkan produknya dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia. Bukan cuma dibeli, jaket itu benar-benar dipakai oleh Jokowi saat membuka IdeaFest 2018.

Selain dipakai saat membuka IdeaFest, jaket berwarna teracota tersebut ternyata juga kembali dipakai Jokowi saat memperingati Hari Sumpah Pemuda di Bogor. Hal itu membuat Bimo benar-benar merasa puas.

"Kaget banget saat beliau datang ke booth kita dan beli jaket. Senang banget beliau suka sama produk kita dan produk kita diapresiasi. Enggak cuma dibeli terus disimpan, tapi jaketnya dipakai. Merinding banget," ujar Bimo.

Pria lulusan desain produk Institut Teknologi Bandung (ITB) itu hingga kini sedang dilanda rasa kaget. Sebab, setelah dipakai Jokowi, jaket dengan nama seri Authentic Series itu justru mendadak ludes. Ia bahkan hingga kini terus kebanjiran pesanan dan sedang berusaha menggeber produksi untuk memenuhi pesanan.

Di tempat penjualan di Happy Go Lucky di Kota Bandung dan di Jakarta Goods Dept, jaket yang dibeli Jokowi sudah habis. Penjualan secara online di www.ameraincoat.com juga sudah ludes dan terpaksa mulai hari ini dibuka penjualan secara preorder.

"Setelah dipakai Pak Jokowi alhamdulillah langsung terasa efeknya, per hari penjualan kita meningkat tiga sampai lima kali lipat dibanding sebelumnya. Untuk jaket yang dipakai Pak Jokowi sendiri sudah habis karena memang kita stoknya enggak banyak," tutur Bimo.

Jaket model parka seharga Rp 499.000 itu memiliki keunggulan anti air, bahkan bisa menjadi jas hujan. Tapi, jaket itu tidak panas saat dipakai. Material yang dipakai pun berkualitas tinggi dan sudah melalui tahapan riset yang lama.

Brand AME Raincoat sendiri berawal dari tugas kuliah Bimo dan rekan-rekannya di ITB antara tahun 2013-2014 yang diharuskan membuat produk. Bimo dan rekannya kemudian melanjutkan produknya ke jenjang serius mulai 2015.

Secara bertahap, ia menjual produknya dari mulai mengandalkan lisan hingga kini memiliki website sendiri dan dijual di outlet dengan sistem konsinyasi. Konsep dari produk-produknya adalah fokus pada pembuatan jaket yang sekaligus bisa berfungsi sebagai jas hujan.

"Kita ingin menggabungkan konsep jaket yang fungsinya dapat tapi gayanya juga dapat. Jadi jaketnya itu enggak akan basah (tembus saat terkena air) dan harus tetap keren," tutur Bimo.

Soal nama AME, itu berasal dari bahasa Jepang yang berarti air. Filosofinya, jaket yang ditawarkannya keseluruhannya anti air.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler