Ini Alat Canggih Kapal Pencari Pesawat Lion Air JT610, Apa Saja?

Bandung - Jatuhnya pesawat Lion Air pada Senin (29/10) lalu membuat banyak pihak terjun ke lapangan untuk membantu pencarian. Tak terkecuali dengan Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT). Kapal riset milik BPPT, Baruna Jaya pun tutut serta diterjunkan dalam misi pencarian pesawat Lion Air JT-610.

TemanBaik tahu enggak sih kalau kapal Baruna Jaya dilengkapi dengan alat/alat berteknologi canggih yang dapat mengidentifikasi lokasi dan titik koordinat pesawat Lion Air JT-610.

Berikut ini teknologi-teknologi canggih yang bisa TemanBaik ketahui:

1. Multi Beam Echo Sounder (MBES)

Alat ini digunakan untuk memperoleh gambaran topografi atau permukaan tanah yang ada di bawah laut. Multi Beam Echo Sounder bisa menentukan profil permukaan dasar laut dan kedalaman air dengan cakupan area yang luas. Alat ini mampu menjangkau kedalaman laut hingga 11 ribu meter. 

2. Side Scan Sonar (SSS)

Side Scan Sonar memiliki fungsi yang hampir sama dengan Multi Beam Echo Sounder. Hanya saja alat ini memiliki jangkauan lebih luas dan berfungsi untuk melakukan pemetaan dengan gambar yang lebih tajam. Ketika berada di dalam laut, Side Scan Sonar dapat memberikan gambar apabila ada obuek yang berada atau ditemukan di dasar laut.

3. Magneto Meter

Magneto Meter adalah alat pendeteksi logam. Alat ini digunakan apabila hasil tes yang didapat oleh dua alat sebelumnya menunjukan indikasi adanya objek di dasar laut.

4. Ping Locator

Ada tiga unit Ping Locator yang dikerahkan BPPT untuk menemukan Black Box pesawat Lion Air JT-610. Ping Locator ini akan menerima sinyal akustik dari Black Box, sehingga  dapat diketahui keberadaannya. Setelah mendapatkan sinyal dimana Black Box tersebut berada, barulah tim penyelam akan mengambilnya.

5.Remote Operated Vehicle (ROV)

ROV merupakan kendaraan bawah laut yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Alat ini bisa menampilkan gambar berupa video secara langsung dari dasar laut. Dengan adanya alat ini, pencarian sebuah objek di dasar laut akan lebih cepat dilakukan. Remotely Operated Vehicles sendiri akan digunakan dan diturunkan ke dasar laut apabila sinyal Black Box telah ditemukan. Alat ini juga mampu memberi kejelasan visual, seperti benda-benda apa saja benda yang ada di dasar laut tersebut. 

Foto: Dok BPPT






















Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler