Ini Inovasi Ridwan Kamil Bikin Warga Jabar Senang Membaca

Bandung - Minat atau budaya masyarakat Indonesia tergolong rendah. Bahkan, Indonesia menempati peringkat 60 dunia, sejajar dengan negara Botswana di Benua Afrika.

Menyikapi hal itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan minat atau budaya baca, khususnya di Jabar. Salah satunya adalah membuat street library atau perpustakaan jalanan.

"Street library itu sebuah kotak perpustakaan yang ditaruh di pinggir jalan sehingga orang yang lewat bisa duduk sambil membaca," kata Emil, sapaan akrabnya, di sela pembukaan Pameran Buku Juara di Gedung Landmark, Kota Bandung, Selasa (6/11/2018).

Program street library sendiri digulirkan Emil saat masih menjadi Wali Kota Bandung. Kini, program itu akan dibawa ke lingkup lebih luas, yaitu tingkat Jabar. "Rencananya minimal ada 600-an titik (street library) se-Jabar dalam 5 tahun," ucapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Trotoar di Bandung Ada Perpustakaan Mungil

Rencananya, program street library akan diluncurkan pada 16 Desember mendatang dengan menggandeng salah satu tokoh literasi nasional. Street library nantinya akan ditempatkan di lokasi seperti stasiun, terminal, dan tempat di mana banyak orang berkumpul.

Cara itu diharapkan secara perlahan menumbuhkan minat membaca masyarakat. Misalnya, saat orang menunggu kereta, dia akan mengunjungi street library untuk membaca buku.

"Ini akan 'memaksa' orang membaca di waktu yang tidak biasa," tutur Emil.

Berita Foto: Rajin 'Membaca' ke Perpustakaan Meski Tak Bisa Melihat

Berikutnya ada microlibrary untuk mendukung program Satu Desa Satu Perpustakaan. Ini merupakan program Kota Bandung yang diadaptasi Emil ke Jabar.

"Microlibrary itu bangunan kecil yang akan dihadirkan di kecamatan-kecamatan se-Jabar. Satu Desa Satu Perpustakaan yang bentuknya microlibrary, itu sedang dianggarkan juga," jelas Emil.

Cara lainnya akan ada perpustakaan keliling yang siap ditempatkan di tempat keramaian seperti car free day (CFD) atau kegiatan lainnya. Taman-taman baca juga akan didirikan di berbagai lokasi.

"Itu sebuah rencana besar menaikan budaya literasi agar kita tidak jadi bangsa yang mudah dibohongi, jadi bangsa yang pintar," ucap Emil.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler