Berhenti Beri Label Stereotip Orang Lain dari Asal Daerahnya

Bandung - Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan budaya. Dari perbedaan-perbedaan budaya di Indonesia menciptakan keanekaragaman pengalaman, nilai hingga cara memandang dunia. Sayangnya, cap atau label tertentu soal stereotip etnis di negara yang sangat beragam ini sulit untuk dihindari.

Dalam keseharian, etnis pun kerap menjadi konten perbincangan yang dianggap biasa saja. Stereotip paling umum di masyarakat adalah gender dan keanggotaan di kelompok etnik atau pekerjaan. Misalnya stereotip gender cenderung mengatakan bahwa perempuan lebih emosional, penurut, tidak logis dan pasif. Sementara pria dianggap sebaliknya, tidak emosional, dominan, logis dan agresif.

Stereotip cenderung menggeneralisasikan sesuatu yang terlalu luas dan tentunya kurang akurat. Sebab kita tahu kalau tidak semua wanita emosional, tidak semua laki-laki dominan.

Baca Ini Juga Yuk: Cari Tahu Kepribadianmu dengan Tes Ini, Gratis Loh!

Bahkan tak jarang kita mungkin mengaitkan seseorang dengan etnisnya, padahal sifat manusia tidak ada hubungannya dengan etnis. Seperti menganggap semua perempuan Sunda matre, Suku Jawa yang dikenal lamban atau Suku Batak yang identik dengan cara bicaranya yang keras.

Kita seharusnya menyadari bahwa setiap individu memiliki keunikannya tersendiri yang tidak dapat disamakan dengan individu lain apalagi suatu kelompok etnis. Masyarakat harus lebih menghargai perbedaan dan menerima seseorang sebagai individu bukanlah kelompok tertentu. Yuk saatnya menghargai dan berhenti memberi label stereotip pada orang, TemanBaik!

Foto: Pexels.com


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler