Bermasalah dengan Pinjaman Online? Adukan ke Sini!

Bandung - Di Indonesia saat ini cukup banyak perusahaan pinjaman online (pinjol) dengan berbasis aplikasi smartphone. Di balik kemudahan pinjaman yang didapat, ternyata ada sejumlah catatan negatif, bahkan menjurus tindakan pidana yang dilakukan perusahaan pinjol.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mencatat sejak Mei hingga kini mendapat pengaduan dari 283 korban pinjol. Mereka mengadukan berbagai tindakan negatif dari perusahaan pinjol.

Contoh tindakan negatif itu adalah penagihan dengan cara mempermalukan, memaki, mengancam, hingga memfitnah. Penagihan juga dilakukan terhadap nomor kontak yang ada di telepon genggam peminjam.

Sehingga, perusahaan pinjol menagih pembayaran utang dengan menelepon ke orangtua, atasan di tempat kerja, mertua, teman sekolah, dan lain-lain.

"Akibat permasalahan yang merupakan temuan awal itu membawa dampak yang tidak ringan. Akibat penagihan ke nomor telepon yang ada di ponsel, peminjam menjadi di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, suami atau istri diceraikan karena (perusahaan pinjol) menagih ke mertua, trauma karena pengancaman, kata-kata kotor, hingga pelecehan seksual," kata Narahubung LBH Jakarta Jeany Silvia Sari Sirait kepada BeritaBaik.

Baca Ini Juga Yuk: 5 Tip Pintar Belanja Online yang Aman dan Hemat

Dalam kasus lain, bahkan sampai ada peminjam online yang berupaya menjual ginjal hingga upaya bunuh diri. Itu dilatarbelakangi tingginya bunga yang pada akhirnya tidak mampu dibayar peminjam.

Menyikapi hal itu, LBH Jakarta membuka posko pengaduan pinjaman online terhitung 4-25 November 2018. Pengaduan itu bisa dilakukan bukan hanya untuk warga Jakarta, tapi seluruh warga Indonesia yang bermasalah dengan perusahaan pinjol.

Bagaimana caranya? Pengaduan dilakukan dengan sistem online dengan mengisi formulir di laman LBH Jakarta, yaitu www.bantuanhukum.or.id/web/formulir-pengaduan-pos-korban-pinjaman-online-pinjol/. Sertakan bukti-bukti terkait jika merasa mendapatkan tindakan negatif dari perusahaan pinjol.

Jeany mengatakan, peminjam memang berkewajiban membayar pinjaman yang didapatkannya dari perusahaan pinjol. Tapi, perusahaan pinjol tidak bisa seenaknya menghalalkan berbagai cara melakukan penagihan pinjaman.

Karena itu, LBH Jakarta akan mengambil sejumlah langkah setelah menerima pengaduan dari masyarakat. Apa saja?

"Pertama, akan ada langkah hukum yang kami lakukan terkait dengan tindakan pidana yang dialami korban. Kedua, akan ada advokasi besar baik dari segi aturan maupun sistem yang akan didesak (LBH Jakarta)," tegas Jeany.


Ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler