Mahasiswa Unpad Bikin Aplikasi VR untuk Belajar Lebih Mudah

Bandung - Tiga mahasiswa Unpad meraih juara dua kategori pengembangan Perangkat Lunak pada Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 11. Mereka adalah Naufal Nurfikri Alwan (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA), Ikhwanul Murtadlo Nuruzzaman (FMIPA) dan Farah Riski Deskia (Fakultas Keperawatan).

Dalam acara yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya pada 1-3 November 2018 itu, tiga mahasiswa Universitas Padjajaran (UNPAD) tersebut mengembangkan aplikasi Virtual Reality (VR) Simulation Asuhan Keperawatan Anak dengan ISPA.

Melansir laman unpad.ac.id, melalui kolaborasi lintas bidang ilmu, mereka mengembangkan metode pendidikan keperawatan, khususunya mengenai penanganan ISPA pada anak. Dengan aplikasi tersebut, pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

“Dengan aplikasi itu, si pengguna akan mengalami bagaimana cara menangani anak dengan ISPA. Si pengguna aplikasi seolah-olah berinteraksi sama ibu dan anaknya,” jelas Farah.

Baca Ini Juga Yuk: Perjuangan Tim ITB Bikin Pesawat Tanpa Awak Hingga Juara di Turki

Pengembangan aplikasi dilakukan selama 3 bulan dengan bimbingan sejumlah dosen FMIPA dan Fkep Unpad, yaitu Erick Paulus, S.Si., M.Kom, Mira Suryani, S.Pd, M. Kom, dan Ryan Hara Permana, S. Kep., Ners., MN.

Untuk menjalankan aplikasi, mereka menggunakan ponsel, gear VR dan earphone. Farah berharap aplikasi tersebut dapat menjadi alternatif dalam melakukan praktikum keperawatan. Belajar dengan aplikasi VR akan lebih mudah dan cepat. “Tujuan aplikasi ini untuk meminimalisir biaya praktikum keperawatan juga lebih memudahkan mahasiswanya melakukan praktikum,” ungkap Farah.

Ketiganya berharap, aplikasi yang mereka buat dapat dikembangkan lebih lanjut. Kerja sama dengan berbagai pihak juga diharapkan dapat terjalin untuk pengembangan yang lebih baik lagi. “Kami juga ingin menambahkan materi pembelajarannya. Ini kan baru sistem respirasi. Kita akan coba tambahkan lagi ke sistem saraf, sistem imun, dan yang lain,” ujar Naufal.

Selain di bidang keperawatan, tim yang menamakan dirinya “Padjadjaran VR” ini juga berharap aplikasi serupa dapat dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran bagi bidang ilmu lain yang ada di Unpad.

Foto: Unpad.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler