HUT ke-73, Ini Fakta dan Perjalanan Terbentuknya Brimob

Bandung - Brigade Mobil atau Brimob hari ini (14/11/2018) merayakan hari jadinya yang ke-73. Brimob adalah kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Selain itu, Brimob juga dikenal sebagai salah satu unit tertua yang ada di dalam organisasi Polri. Ini dia tugas dan fakta-fakta Brimob.

Tugas Brimob

Selain menangani kerusuhan, beberapa tugas utama Brimod adalah penanganan terorisme domestik dan penegakan hukum berisiko tinggi. Brimob juga bertugas untuk mencari dan menyelamatkan (SAR), penyelamatan sandera dan penjinakan bom (EOD).

Korp Brimod juga bersifat sebagai komponen besar di dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti separatis dan anti-pemberontakan, seringkali bersamaan dengan operasi militer. Sesuai dengan tugasnya, Brimob memiliki slogan ‘Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan’.

Korp Brimob Baret Biru Tua

Korp Brimob adalah unit tertua dalam Polri, karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945 dan dikenal sebagai Korp Baret Biru Tua. Untuk mendapatkan baret tersebut harus ditempuh sesuai dengan fungsi dan korps masing-masing satuan yang dinamakan dengan Pembaretan. Diperlukan ketrampilan dalam bertempur serta keterampilan dalam kecabangan yang lain untuk mendapatkan baret tersebut. Maka baret adalah suatu kebanggan bagi tiap-tiap satuan di TNI dan bagi prajurit itu sendiri

Ganti Nama

‘Tokubetsu Keisatsutai’ atau Pasukan Polisi Istimewa adalah nama pertama sebelum akhirnya menjadi Brimod.  Pada awalnya, kesatuan ini diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara dan memertahankan Ibu Kota. 

Pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade atau kemudian kita kenal dengan Brimob sebagai pengganti Pasukan Polisi Istimewa. Pada tahun 1981, brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).

Pertempuran 10 November 1945

Brimob juga turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin, Pasukan Polisi Istimewa ini ikut terlibat dalam pertempuran 10 November 1945 melawan Tentara Sekutu. 

Dibentuk PHH dan Gegana

Sejak peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 1988, dibentuk Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) yang kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus. Beberapa elemen dari Brimob juga telah dilatih untuk melakukan operasi lintas udara dan juga sudah melakukan pelatihan Search and Rescue (SAR). Selain itu dibentuk juga Pasukan Gegana yang memiliki kemampuan khusus seperti anti teror, penjinakan bom, intelejen, anti anarkis dan penanganan Kimia, Biologi, Radio aktif (KBR).

Penghargaan

Pasukan Brimob pertama kali mendapatkan penghargaan dari presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno yaitu Sakanti Yani Utama. Saat ini, Korp Brimob bermarkas di Jalan komjen Pol M Jasin, Cimanggis, Depok, dipimpin seorang jenderal bintang dua yakni Inspektur Jenderal Polisi, Rudy Sufahriyadi. Sekarang ini, Brimob berkekuatan 30.000 personel, dan ditempatkan di bawah kewenangan Kepolisian daerah masing-masing provinsi. Selamat ulang tahun ke-73, Brimob!

Foto: Wikipedia

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler