Ini yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tak Ada Lagi 'Paus Makan Sampah'

Bandung - Awal pekan ini ikan jenis Sperm Whale atau Paus Sperma mati terdampar di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (19/11/2018). Dalam perut ikan paus sepanjang 9,6 meter tersebut ditemukan sampah plastik yang cukup besar, yakni sekitar 5,9 kilogram. 

Diperkirakan penyebab kematian paus tersebut karena sampah plastik yang tidak dapat dicerna oleh perut paus. Ditemukan berbagai sampah plastik dalam perut paus, seperti penutup galon, botol plastik, karung plastik, tali rafia, sobekan terpal, botol parfum, sandal jepit, kresek, piring dan gelas plastik hingga jaring. 

Jangan biarkan ikan-ikan di laut mati lagi karena makan sampah plastik dan limbah lainnya. Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk melindungi ikan dan mahkluk hidup di dalam laut terbebas dari bahan berbahaya.

Tidak Buang Sampah Plastik di Laut
Sampah plastik dan limbah logam yang tidak diproses terlebih dahulu dapat membahayakan ekosistem laut. Plastik juga sulit diurai secara alami, jika menumpuk di dalam laut dapat menyebabkan kematian pada ikan karena dianggap makanan. Hal ini juga dapat berdampak buruk pada manusia karena ikan yang tercemar logam berat berbahaya jika dikonsumsi manusia.


Menjaga Kebersihan Area Laut dan Pantai
Sampah yang kamu buang di area laut dan pantai juga dapat terbawa ombak dan masuk mencemari laut dan berpotensi dimakan ikan. Maka, penting untuk memerhatikan kebersihan di sekitar area laut dan pantai. Jika kamu mengunjungi pantai atau laut jangan lupa untuk membuang sampai ke tempat sampah ya. Kalau kamu tidak menemukan tempat sampah, kamu bisa mengumpulkan sampah, membawa dan membuangnya ketika menemukan tempat sampah.

Tidak Menangkap Ikan Sembarangan 
Menangkap ikan dengan cara merusak seperti menggunakan bom ikan, racun serta pukat harimau dapat memutus rantai kehidupan ikan serta merusak lingkungan di sekitarnya. Bom ikan juga dapat merusak terumbu karang yang menjadi habitat banyak biota laut. Cara ini juga membuat ikan memakan ikan lain yang beracun atau bahkan mengandung sampah plastik. 

Tidak Membuang Minyak ke Laut
Selain sampah plastik, minyak juga dapat merusak kelestarian laut. Tumpahnya minyak hasil tambang di penambangan lepas pantai dapat merusak kehidupan banyak organisme  dan membuat laut tercemar. Minyak yang tumpah ke laut juga dapat menghalangi cahaya matahari yang sulit masuk ke kedalaman laut. Kekurangan cahaya matahari pada tumbuhan dan ganggang membuat tumbuhan laut sulit melakukan fotosintesis.



Foto: Pixabay







Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler