Sepucuk Surat Braille untuk Presiden dan Mimpi Besar Opik

Bandung - Puluhan siswa tunanetra dari SLB A Kota Bandung secara khusus membuat surat yang akan dikirim kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dilakukan dalam rangka peringatan Hari Disabilitas yang digelar di lokasi, Kamis (29/11/2018).

Di area halaman sekolah, para siswa tampak sibuk membuat surat di atas meja. Secarik kertas yang cukup tebal dan alat khusus untuk membuat huruf braille menjadi 'senjata' mereka.

"Surat yang saya bikin intinya meminta kepada Bapak Presiden untuk lebih memperhatikan anak-anak disabilitas," kata Opik Jaya (17), siswa kelas IX atau kelas 3 SMP.

Salah satu yang diinginkan dari bentuk perhatian itu adalah akses fasilitas publik yang nyaman bagi penyandang disabilitas. Sehingga, mereka bisa leluasa beraktivitas di tempat publik.

Opik sendiri menjadi siswa di sana sejak 2011 lalu. Kini, di usianya yang menginjak 17 tahun, pria asal Purwakarta itu menyimpan mimpi besar. Selain menempuh pendidikan di SLB A Kota Bandung, ia juga terus belajar dan berlatih menjadi atlet lompat jauh.

"Saya cita-cita mau jadi atlet lompat jauh. Itu kemampuan yang saya bisa," tutur anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

Mimpi besar itu pun dibangun sejak beberapa tahun terakhir. Opik bahkan sudah bertarung di kejuaraan Peparnas pada 2017 di Solo. "Saya di sana dapat medali perak atau peringkat kedua," ucapnya.

Berita Foto: Respek, Penyandang Disabilitas Kerjasama dalam Keterbatasan

Tak cukup dengan prestasi itu, ia terus menempa diri agar kemampuannya terus meningkat. Ia pun berharap bisa bertarung di kejuaraan yang lebih besar. "Saya mau jadi atlet di Asian Para Games," ungkap Opik.

Untuk bisa mewujudkan mimpinya itu, Opik mengaku terkendala sarana dan prasarana. Ia pun berharap mendapat bantuan dari pemerintah, salah satunya asupan suplemen yang baik untuk menunjang tubuhnya sebagai atlet.

Semetara itu, surat-surat dari puluhan siswa seperti Opik akan dikumpulkan. Nantinya, surat akan ditempatkan dalam satu kotak khusus dan dikemas sebelum dikirim ke Presiden.

Lewat surat itu, Presiden diharapkan bisa membaca secara langsung apa keinginan para siswa disabilitas dan mewujudkannya. Apalagi, surat itu dibuat dengan bahasa anak-anak, sesuai dengan bahasa mereka sehari-hari.

"Kita ingin menyampaikan surat ini ke Pak Jokowi karena hari ini Pak Jokowi yang menjabat sebagai presiden. Ini sebetulnya surat (dengan bahasa) yang sederhana dari anak-anak, tapi dalam bentuk braille," tutur Kepala SLB A Kota Bandung Wawan.

Selain membuat surat braille, peringatan Hari Disabilitas di lokasi dirangkaikan dengan berbagai kemeriahan. Ada siswa yang menampilkan pembacaan puisi, menyanyi, bermain alat musik, hingga membaca Alquran.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler