Daripada Ngeluh Banjir, Ayo Gotong Royong Bersihkan Sungai!

Bandung - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah agar tidak terjadi banjir. Tapi, upaya yang dilakukan belum berhasil 100 persen, salah satunya di Kota Bandung. Untuk mencegah agar tidak terjadi banjir, peran serta masyarakat mutlak harus dilakukan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah tidak membuang sampah sembarangan.

Sebab, sampah yang dibuang sembarangan, apalagi dibuang ke sungai, akan membuat air tersumbat. Bahkan, air bisa terhambat masuk ke sungai karena drainase tertutup sampah. Dampaknya, air dari sungai akan meluap dan mengakibatkan banjir.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan masyarakat adalah bergotong royong membersihkan sungai. Sehingga, sampah-sampah di sungai bisa disingkirkan. Selain itu, pengerukan bisa dilakukan agar sungai kembali menjadi lebih dalam.

"Harus itu, terutama masyarakat, harusnya sabtu-minggu itu ada gotong royong membersihkan sungai dengan dikondisikan di daerah masing-masing," kata Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Citarum Suwarno di Taman Dewi Sartika, Kota Bandung, Kamis (29/11/2018).

Cara itu menjadi solusi yang baik daripada warga hanya sekedar mengeluh saat terjadi banjir. Jika memang peduli akan lingkungan dan tidak ingin terjadi banjir, maka masyarakat sebaiknya juga ikut melakukan aksi nyata untuk mencegahnya.

"Kalau saya lihat itu (sungai) dibersihin sama kota (Pemkot Bandung). Harusnya masyarakat terlibat sehingga masyarakat tahu bahwa yang kotor itu (sampah dan sedimentasi) akan berakibat (banjir) juga," jelas Suwarno.

Kabid Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Tedi Setiadi mengatakan berbagai upaya memang terus dilakukan untuk mencegah banjir. Dibuatnya tol air, dibangunnya kolam retensi, pengerukan sedimentasi dan sampah di sungai, hingga pembersihan drainase dilakukan secara berkala.

Meski belum 100 persen bisa mencegah terjadinya banjir, sudah ada hasil yang terlihat. Genangan air di Kota Bandung biasanya tidak berlangsung lama.

"Alhamdulillah, sekarang kurang dari 2 jam biasanya air sudah surut," ucap Tedi.

Ke depan, Pemkot Bandung juga berencana merancang cetak biru penanganan banjir di Kota Bandung. Tahun depan, cetak biru itu diharapkan sudah dirancang. Tujuan besarnya, penanganan dan pencegahan banjir diharapkan lebih maksimal dan terintegrasi.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler