Komunitas Lingkungan Ngobrol dan Kolaborasi Bareng di Beritabaik

Bandung - Beritabaik.id mengumpulkan 3 komunitas yang bergerak di bidang lingkungan dalam program 'Community Talks' yang digelar di Galeri Yuliansyah Akbar, Jalan Cigadung Raya Barat, Bandung Kamis (29/11/2018). Talkshow bertema Gagasan Bisnis untuk Lingkungan ini diikuti para anggota komunitas dan juga warga yang peduli lingkungan.

Ada komunitas dari Cleanaction, Greeneration dan juga Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ketiga badan ini berkumpul untuk mengeluarkan ide serta berkolaborasi dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan positif sesuai dengan tujuan program 'Community Talks'.

Andi Abdul Qodir dari Cleanaction dan penggagas KARASA.BDG menyebutkan bahwa Karasa adalah sebuah gerakan atau Karang Taruna. Mereka membuat produk yang menyulap material sampah jadi produk bernilai yang selaras dengan lingkungan.

Ia merasa tertantang untuk membuat sampah menjadi bahan baru yang bermanfaat. Baginya, ini tidak hanya perihal perubahannya, namun juga proses pengerjaannya yang ramah lingkungan.

"Karasa sendiri berasal dari Bahasa Sunda yang bermakna 'Terasa'," ujar Andi. Karasa juga gemar mengajak kita untuk bermain kata-kata dan akronim sebagai branding mereka. Kamu bisa kunjungi Instagram @karasa.bdg untuk melihat permainan kata-kata unik tersebut.

Andi juga memberikan pendapatnya kalau kolaborasi membutuhkan positioning. "Dalam kolaborasi, mungkin yang diperlukan pada awalnya adalah mengetahui bagaimana positioning atau pemetaan komunitas mana yang sesuai dan siap berkolaborasi," ujarnya.

Menurut Andi banyak potensi dan kemampuan menarik dari komunitas atau individu yang tidak berbadan hukum atau legalitas dan pendanaan. Hal-hal tersebut menjadi hambatan ketika berkolaborasi.

Dari Greeneration Indonesia (GI) M. Rizki Febrianto Manager Marketing in Pasar Greeneration menuturkan GI adalah organisasi berkelanjutan yang memiliki misi untuk menggerakkan manusia untuk berperilaku ramah lingkungan.

Dalam berkampanye, Greeneration kerap menemui hambatan, seperti biaya produksi daur ulang yang tinggi. Untuk menyiasatinya mereka melakukan kolaborasi.

"Kolaborasi tidak melulu tentang materi yang diraih. Pengumpulan teman-teman yang memiliki isu dan goals serupa bisa bersama-sama mewujudkan cita-cita ini," jelas Rizki.

Sementara Andry S.Nugroho, peneliti di INDEF mengungkapkan selalu menerapkan eco lifestyle dalam setiap penelitiannya. Salah satunya mengenai cukai plastik. Dari sana muncul pertanyaan, bagaimana caranya agar lingkungan dan ekonomi berjalan berdampingan?

INDEF berharap kebijakan dari perdagangan lebih ketat dengan memberikan persyaratan seperti menetapkan kualitas produk pada pedagangan impor. Selain itu, bisnis yang eco tentunya bisnis yang menerapkan eco. Artinya harus esifien, memiliki nilai dan pasarnya, memberikan pengetahuan dan menjadikan sampah sebagai energi.

Menurut Andi, tantangan terbesar adalah media atau tempat untuk memasarkan produk. Sebab banyak produk yang mirip dijual di pasaran.

Setelah talkshow, anggota komunitas yang berbeda namun punya tujuan sama ini berdiskusi secara kelompok. Hasil kolaborasi ini, komunitas yang mengikuti 'Community Talks' ini sepakat membuat diskusi grup yang berkelanjutan dan akan saling melibatkan diri serta mendukung kegiatan komunitas satu sama lain. untuk jangka panjang, mereka juga akan membuat kampanye dan eco bisnis bersama.

Community Talk #1 ini terselenggara berkat disponsori oleh Bank bjb dan kolaborasi dengan sejumlah komunitas, diantaranya Earth Hour Bandung, Greenate, Greeneration Indonesia, Cleanaction, Karasa Bandung dan Kawan Lingkungan Bandung. Sampai jumpa di Community Talk selanjutnya ya TemanBaik!


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler