Tak Mampu Tapi Ingin Menikah? Masjid Pusdai Punya Solusinya Nih

Bandung - Dalam agama Islam, menikah adalah ibadah. Tapi, bagi sebagian orang, menikah cukup memberatkan, apalagi jika sampai menggelar resepsi.

Berangkat dari hal itu, DKM Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, memiliki program nikah massal untuk 21 pasangan pada 16 Desember 2018. Itu dilakukan sebagai bagian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-21 Masjid Pusdai.

Pihak DKM ingin memfasilitasi mereka yang kurang mampu dari segi ekonomi tapi ingin menikah. Bahkan, nantinya akan digelar semacam resepsi agar suasana pernikahan terasa sakral dan meriah.

"Insya Allah kita akan kerjasama dengan beberapa pihak. Kita akan mengadakan resepsi, digebyarkan, dimeriahkan. Kita ingin membuat pernikahan ini berkesan (bagi pengantin)," kata Sekretaris DKM Masjid Pusdai Fathurrahman kepada BeritaBaik, Kamis (6/12/2018).

Baca Ini Juga Yuk: Nikah di KUA Gratis, Proses Akad Nikah Hanya 20 Menit

Syarat untuk menjadi peserta nikah massal adalah kurang mampu dari segi ekonomi. Di luar itu, persyaratannya adalah memenuhi semua dokumen untuk pernikahan.

Pendaftaran dibuka sejak 2 Desember lalu dan akan ditutup pada 11 Desember. Per hari ini, sudah ada 13 orang yang mengambil formulir. Tapi, baru lima yang sudah melengkapi formulir dan persyaratan.

Tapi, ada batasan khusus yang diberlakukan. Panitia tidak akan menerima mereka yang ingin poligami melalui program nikah massal tersebut.

Sehingga, bagi mereka yang duda atau janda, harus melengkapi persyaratan surat keterangan soal statusnya. "Kita tidak ingin dari pernikahan ini kelak di kemudian hari menjadi masalah," ucap Fathurrahman.

Untuk pernikahan massal itu, panitia membuka kesempatan bagi warga Kota Bandung dan sekitarnya. Tapi, prioritas utama akan diberikan kepada warga sekitar Masjid Pusdai.

Jika ternyata peserta kurang dari jumlah 21 pasangan, nikah massal akan tetap berjalan. Sedangkan jika minat peserta lebih dari 21, panitia akan membatasinya. Jumlah peserta 21 pasangan sendiri sengaja dipilih agar menyesuaikan dengan HUT Masjid Pusdai.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler