Warga Jabar, Lapor ke Sini Jika Temukan Berita Hoaks!

Bandung - Hoaks atau informasi bohong dalam beberapa tahun belakangan ini semakin cepat menyebar, terutama di media sosial. Informasi itu bahkan sering membuat kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil merespon hal itu dengan membuat program 'Jabar Saber Hoaks'. Diluncurkan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/12/2018), program itu diharapkan akan menyapu bersih hoaks yang beredar di masyarakat Jabar.

Caranya, tim akan melakukan penelusuran terhadap hoaks yang beredar. Tim kemudian akan mengumumkan rutin setiap pekan informasi mana saja yang masuk kategori hoax, baik tulisan, foto, maupun video.

"Lembaga ini akan rutin tiap minggu memberitakan, mana-mana berita hoax per minggu, proaktif menyampaikan," kata Emil, sapaan akrabnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk turut aktif mencegah peredaran hoaks. Jika menemukan ada informasi, foto, maupun foto yang diduga hoaks atau simpang siur kebenarannya, sebaiknya segera laporkan ke 'Jabar Saber Hoaks'.

Pelaporan bisa dilakukan melalui nomor 0821-1867-0700 untuk saluran Whatsapp, Line, dan SMS. Sedangkan pelaporan melalui media sosial adalah Jabar Saber Hoaks untuk Facebook dan @jabarsaberhoaks untuk akun Instagram dan Twitter.

Tim kemudian akan melakukan verifikasi. Pengumuman informasi itu hoaks atau bukan akan diinformasikan kemudian agar publik paham. Jika hoaks sudah menimbulkan kegaduhan atau melewati batas wajar, tim akan melanjutkan ke jenjang hukum melalui kepolisian.

Emil memandang tim perlu dibentuk. Tujuan besarnya adalah menjaga kondusivitas di Jabar. Sebab, seringkali hoaks membuat warga bertengkar satu sama lain. Bahkan, hoaks membuat waktu warga yang harusnya dilakukan untuk hal positif menjadi terbuang sia-sia.

"Kondusivitas itu adalah harga mahal sebagai pondasi dasar untuk membangun Jabar yang juara lahir batin. Caranya adalah melawan informasi-informasi yang meresahkan, yang diduga dari rekayasa-rekaysa kebohongan. Itu tidak bisa dibiarkan, harus ada sebuah upaya untuk mencegah hal tersebut beredar di Jabar," jelas Emil.

Tim itu menurutnya suatu saat akan dibubarkan jika sudah dirasa masyarakat Jabar sudah tangguh dalam menyikapi hoaks.

Sementara itu, di sela peluncuran 'Jabar Saber Hoaks', para tamu dari berbagai instansi, siswa, mahasiswa, hingga warga melakukan aksi penandatanganan antihoaks. Penandatanganan dilakukan pada spanduk berukuran besar.

Sudah tahu kan TemanBaik saluran laporan jika menemukan hoaks atau diduga hoaks? Yuk, jadi warga yang cerdas dan kritis!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler