Tanamkan Nilai Anti Korupsi pada Anak Sejak Dini? Bisa Banget!

Bandung - Kasus korupsi hingga kini masih jadi masalah di negeri ini. Bahkan modus korupsi ini juga makin berkembang bukannya mereda. Untuk memutus mata rantai korupsi, kita harus menyiapkan generasi yang paham nilai-nilai anti korupsi sehingga tak tergoda melakukan praktik-praktik tak terpuji ini.

Kita bisa loh TemanBaik menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada anak-anak sejak dini. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti ini, mereka akan punya bekal untuk menilai sebuah perbuatan itu berpotensi korupsi atau tidak saat mereka besar nanti.

Apa saja?

1. Jujur
Ajarkan nilai kejujuran pada anak. Jangan biarkan anak berbohong untuk hal-hal kecil. Caranya dengan memberi contoh. Misalnya saat orang tua bilang tidak punya cokelat namun ternyata ia mengetahui kita diam-diam menyimpan cokelat maka ia akan beranggapan bohon itu boleh.

Namun bukan berarti saat mereka salah TemanBaik memarahinya. Ajak bicara baik-baik dan yakinkan anak jika berkata jujur adalah hal yang baik. Apresiasi saat ia mengatakan kejujuran meskipun mungkin itu adalah hal yang membuat orang tua kecewa.

Untuk anak yang lebih besar lagi, hargai saat anak mendapatkan nilai kurang namun didapat dari usaha keras. Daripada anak kita mencontek demi memuaskan keinginan orang tua yang ingin anaknya mendapat nilai bagus. Jika dibiasakan, anak akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

2. Disiplin
Tanamkan kedisiplinan pada anak. Tapi bukan dengan paksaan melainkan dengan contoh. Disiplin waktu juga disiplin atas aturan yang berlaku. Contohnya, ajarkan anak membuang sampah pada tempatnya dan masuk sekolah tepat waktu.

3. Tanggung Jawab
Berikan anak tanggungjawab sesuai dengan porsi dan usianya. Seperti melipat selimut setelah bangun tidur, menaruh kembali barang ke tempatnya, mengerjakan pekerjaan rumah atau memberi makan hewan peliharaan.

Ajari juga mereka tentang konsekuensi perbuatan, jika mengotori barang maka harus dibersihkan, jika menumpahkan air harus dilap, jika merusak mainan teman harus mengaku dan berani meminta maaf.

4. Sederhana
Ajari kesederhanaan hidup. Jangan memberi contoh konsumtif sehingga membuat anak merasa tidak cukup dengan apa yang dimilikinya saat ini. Kalau menginginkan sesuatu, ingatkan bahwa ia sudah memilikinya di rumah dan tidak perlu membeli yang baru. Ajari anak bahwa kita akan membeli sesuatu saat dibutuhkan bukan hanya karena ingin.

Tanamkan juga bahwa anak tidak perlu merasa iri dan ingin memiliki barang yang dimiliki temannya padahal tidak dibutuhkan.



Foto ilustrasiUnsplash.com


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler