Ikut Cara Bandung Kurangi Sampah Plastik Yuk!

Bandung - Pemkot Bandung terus berupaya menggencarkan pengurangan sampah. Sebab, produksi sampah secara keseluruhan di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari.

Salah satu yang dilakukan adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Kota Bandung, Kamis (13/12/2018). Tujuannya adalah membahas penyusunan peraturan wali kota (perwal) tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Dari pertemuan berbagai pihak itu, diharapkan akan didapatkan formula yang tepat untuk isi dari perwal pengurangan penggunaan kantong plastik. Sebab, ada beberapa pandangan yang harus diperhatian.

Di satu sisi, ada yang ingin 'memaksa' penggunaan kantong plastik harus sepenuhnya dilarang. Di sisi lain, ada yang berpandangan untuk diterapkan penggunaan kantong plastik berbayar.

"Dari hasil FGD hari ini, karena ada yang mengatakan cukup dengan imbauan, ada yang mengatakan harus ada 'pemaksaan', saya harap ada jawaban (hasil yang tepat) dari di sini," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Pemkot sendiri dalam beberapa bulan ini terus melakukan sosialisasi ke berbagai tempat agar penggunaan kantong plastik dikurangi, terutama di supermarket, minimarket, atau pasar modern lainnya.

"Kami sejauh ini masih mengimbau saja karena memang ini butuh proses. Makanya saya berharap FGD ini hasilnya jadi masukan buat saya (untuk mengeluarkan perwal pengurangan penggunaan kantong plastik). Kan kajiannya harus komprehensif," tutur Oded.

Baca Ini Juga Yuk: Aplikasi di Kota Bandung Raih Penghargaan Pelayanan Publik 2018

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Salman Fauzi mengatakan surat imbauan itu sudah disebarkan sejak enam bulan lalu ke berbagai pihak terkait. Sehingga, masyarakat diharapkan membawa kantong belanja sendiri daripada menggunakan kantong plastik dari tempat belanja. "Gerakan dari masyarakat juga cukup positif untuk mendukung ini," ucap Salman.

Targetkan Punya 1.500 Mesin Pencacah Sampah Plastik
Sementara untuk mendukung program pengurangan sampah, Pemkot Bandung kemarin mendapatkan hibah dua unit mesin pencacah plastik dari PT Pindad (Persero). Mesin itu ditempatkan di dua titik di Kota Bandung.

Melalui mesin itu, sampah plastik akan dicacah. Sehingga, hasilnya nantinya akan bisa dimanfaatkan atau dijual. Karena dinilai efektif, mesin pencacah itu rencananya akan diperbanyak.

"Mungkin saya akan cari CSR (Corporate Social Responsibility) kepada para pengusaha, nanti bentuknya (dialokasikan untuk membeli) mesin pencacah itu," ujar Oded.

Dengan dicacah, sampah plastik menurutnya memiliki nilai ekonomi lebih besar saat dijual. Hal itu berbeda dari sampah plastik yang hanya sekadar dipilah dan dibersihkan di bank sampah. Bank sampah sendiri saat ini tersebar di berbagai daerah di Kota Bandung.

Melalui bank sampah, masyarakat bisa menukarkan sampahnya yang sudah dipilar, terutama sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan botol. Masyarakat nantinya akan mendapat keuntungan karena sampahnya dibayar.

"Kalau diolah, dicacah dulu, nilainya menjadi luar biasa, menjadi mahal. Ini saya harap juga nanti nilai ekonomi buat masyarakat menjadi lebih besar," papar Oded.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler