Program 'Sejajar', Enggak Ada Lagi Anak di Jabar Putus Sekolah

Bandung - Kini semua anak bisa melanjutkan pendidikan lewat program 'Sekolah Jabar Juara' atau 'Sejajar'.  Ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan menengah.

Program Sejajar ini diluncurkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr. Djunjunan No. 96 Bandung, Rabu (19/12/2018). Uu berharap 'Sejajar' bisa jadi solusi bagi anak-anak usia sekolah di Jawa Barat. Terutama bagi mereka yang belum mengenyam pendidikan untuk tingkat SMA/SMK atau sederajat. 

"Oleh karena itu, saya minta kepada masyarakat untuk mendukung program ini. Bukti dukungan yang diberikan yaitu kalau ada mereka yang belum sekolah segera masukkan, laporkan. Bantu didorong," ujar Uu dalam rilis yang diterima Beritabaik, Kamis (20/12/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Ahmad Hadadi menuturkan, kalau sampai saat ini sudah ada 300-an sekolah yang ditunjuk untuk 'Sejajar'. Bagi masyarakat yang mempunyai atau menemukan anak usia sekolah tapi belum bersekolah bisa mendaftar ke sekolah yang ditunjuk tersebut. 

Hingga kini jumlah siswa yang telah mengikuti Sekolah Jabar Juara di antaranya untuk program SMK PJJ mencapai hampir 50 ribu siswa. "Siswa kami di 2017 ada 34 ribu sekarang ada 15 ribu. Jadi, sekarang sudah ada hampir 50 ribu peserta didik Sekolah Jabar Juara," tutur Ahmad.

Kegiatan yang dikelompokkan ke dalam 'Sejajar' adalah Sekolah Menengah (SM) Terbuka, SMK Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), smart school, digital learning, beasiswa untuk siswa miskin, penguatan laboratorium SMA dan bengkel kerja SMK. 

Ada juga pengembangan SMK Tematik, penguatan Kerjasama SMK dengan industri, penguatan kompetensi guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga pendidikan lainnya, pengembangan Sekolah Hijau, dan pengembangan Sekolah Inklusif, Ramah Anak, Sekolah Aman Bencana, dan Sekolah Tangguh.

Selain itu, pada tahun 2019 Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar juga akan memberikan beasiswa dengan dua kategori. Untuk putra/putri daerah yang berprestasi dengan besaran S-1 Rp 25 juta, S-2 Rp 35 juta dan S-3 50 juta. Serta Untuk para penghafal kitab suci termasuk di dalamnya penghafal Al Quran dengan nilai S-1 Rp 25 juta, S-2 Rp 35 juta, dan S-3 50 juta.

Pada tahun 2019, Disdik juga memiliki sejumlah program lainnya, seperti  Ajengan masuk Sekolah (AMS) yaitu program pendidikan penguatan karakter. Ada pula program pesantren kilat bagi para siswa SMA/SMK di seluruh Jawa Barat, khususnya untuk bulan suci Ramadhan yang akan digelar langsung di pondok pesantren yang ada di Jabar.

Foto: dokumentasi Humas Pemprov Jabar
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler