Psiko Sosial. Cara Jitu Bantu Korban Bencana Lekas Pulih

Bandung - Bencana yang selama ini terjadi di berbagai daerah, membuat kita tersadar bahwa Indonesia harus tangguh dan belajar dari pengalaman. TemanBaik juga wajib tahun nih, rehabilitasi paling penting ternyata ada pada pengungsi kaum perempuan, ibu dan anak-anak.

"Belajar dari kebencanaan yang terjadi di tahun ini, kami sepakat kalau fokus recovery itu ada pada rehabilitasi psiko sosial ibu, perempuan dan anak-anak. Penanggulangan ini juga direspon lewat Rumah Zakat Action yang resmi kami luncurkan per hari ini," ujar Kepala Rumah Zakat Action Herlan Wilandarisyah kepada BeritaBaik.

Ia bercerita, berkaca dari kejadian gempa di Lombok dan Palu, pendampingan psikis ibu dan anak pasca bencana Tsunami Selat Sunda juga melibatkan para relawan inspirasi yang punya kompetisi di bidang psikologi. Selain itu, para relawan pendidikan juga biasanya turun tangan untuk mengatasi rasa trauma pasca bencana melalui pertemuan dan konsultasi.

"Rumah Zakat Action telah menyiapkan program Penanggulangan Bencana berdasarkan fase dan jangka waktu yang ditetapkan. Kita juga harus berkolaborasi untuk saling memulihkan mental, membuka ruang sharing bagi mereka yang kehilangan keluarganya, bagaimana melanjutkan hidupnya tanpa trauma, termasuk bersekolah lagi," tambahnya.

Menurutnya, pendampingan psiko sosial jadi penentu untuk memasuki tahapan selanjutnya di fase pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan, untuk kejadian Tsunami di Selat Sunda, RZ juga melibatkan 50 relawan dari Banten, Lampung hingga Jabodetabek, termasuk relawan inspirasi yang berasal dari masyarakat setempat.

Aksi yang dilakukan saat ini meliputi evakuasi korban, rapid assessment, layanan medis, pendistribusian logistik serta penyiapan dapur umum. Ada juga pos segar dan pos hangat  bagi para penyintas dan aparat serta relawan menjadi pelengkap yang turut dihadirkan untuk meringankan dan memberikan energi di tengah situasi tanggap darurat ini.

"Menghadapi berbagai kejadian, kita enggak cukup tanggap tapi harus tangguh menghadapi kebencanaan. Dampingi para korban lewat pemulihan psiko sosial, lalu kita bangkit dan memberdayakan kembali semua sektor keseharian," ucapnya.



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler