Kini Ada Kamus Besar Bahasa Indonesia Versi Braille Loh

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) mencetak Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Braille pertama bagi tunanetra. Dengan mengalihkan KBBI V cetakan II, KBBI ini menjadi KBBI Braille pertama di Indonesia.

KBBI Braille tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan kamus Bahasa Indonesia bagi disabilitas netra. Lewat KBBI Braille ini, tunanetra akan mendapat informasi terkait kosakata baru, sehingga menambah wawasan mengenai bahasa.

Saat ini, terdapat sekitar 2.200 Sekolah Luar Biasa di Indonesia. Untuk itu, pemerintah akan berusaha menyediakan paling tidak satu KBBI Braille di tingkat kabupaten sebelum mencetaknya dalam jumlah yang lebih banyak.

Menurut data populasi lembaga dan Penyandang Masalah Kesejahteraan (PMKS) pada tahun 2012, sensorik netra paling banyak jika dibanding lainnya. Yakni mencapai 142.860 dari total 350.668 penyandang disabilitas. Oleh sebab itu, keberadaan KBBI Braille akan sangat membantu.

Baca Ini Juga Yuk: Serunya Nonton Film Bareng Sahabat Difabel Netra

Sebelum disampaikan ke masyarakat yang lebih luas sosialisasi KBBI Braille akan lebih dahulu dilakukan pada staf Kementerian Sosial. Seperti di lima Unit Pelaksana Tugas (UPT) dan tujuh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang khusus menangani disabilitas netra.

Penyiapan kamus tersebut memakan waktu sekitar enam bulan. KBBI Braille mulai dibuat setelah rapat awal tahun bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

Sebelumnya, percetakan KBBI Braille pertama diluncurkan pada Kongres Bahasa Indonesia pada 28 Oktober 2018. Cetakan pertama ini bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaa Bahasa dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI), Abiyoso serta Kementerian Sosial.

Pada alih huruf KBBI V cetakan II ke KBBI Braille melibatkan penyandang disabilitas netra langsung sebagai pengguna. Selain itu, mereka juga dilibatkan dalam proses penyuntingan untuk menghindari kesalahan penulisan.

KBBI Braille akan dicetak dan dijilid secara khusus. Setiap jilid akan berisi 50 lembar kertas khusus cetakan Braille. Secara keseluruhan kamus, akan terbagi menjadi 139 jilid yang setiap jilidnya terdiri atas bagian depan kamus yang berisi petunjuk pemakaian serta logo Braille pada bagian sampul.

Foto: Kemdikbud.go.id







Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler