Mantap! Kominfo Blokir 961 Ribu Situs Berisi Konten Negatif

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melakukan langkah agar laman atau situs yang bisa diakses masyarakat benar-benar aman. Situs yang ada juga diharapkan tidak memuat konten negatif.

Dilansir laman resmi Kominfo, selama 2018 ini Kominfo sudah memblokir 961.456 situs yang memuat konten negatif. Dari jumlah itu, 430 situs sudah dinormalisasi karena ada klarifikasi dari pemilik situs dan kepatuhan terhadap aturan yang ada.

Dari jumlah yang ada, situs bermuatan pornografi jadi urutan terbanyak yang diblokir. Selain karena hasil pemantauan, pemblokiran dilakukan karena ada aduan dari masyarakat dan permintaan lembaga.

Urutan terbanyak berikutnya adalah situs perjudian. Peringkat ketiga adalah situs penipuan.

Selain situs, Kominfo juga memblokir akun platform media sosial. Akun Facebook dan Instagram jadi yang terbanyak diblokir karena juga memuat konten negatif. Berdasarkan database Penanganan Konten, ada 8.903 akun Facebook dan Instagram yang diblokir.

Akun Twitter juga cukup banyak yang diblokir. Jumlahnya mencapai 4.985 akun. Untuk akun Youtube, ada 1.689 yang diblokir. Sementara hingga November 2018, Kominfo juga memblokir 517 akun file sharing, 502 akun Telegram, 15 akun Line, dan lima akun BBM.

Sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan konten negatif. Kategori itu di antaranya pornografi, perjudian, penipuan, kekerasan, pencemaran nama naik, provokasi sara, hingga berita bohong dan radikalisme.

Khusus untuk konten separatisme dan organisasi berbahaya, Kominfo juga telah memblokir tiga situs. Untuk situs bermuatan terorisme dan radikalisme, ada 497 situs yang diblokir.

Kominfo sendiri terus melakukan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Kominfo juga bekerjasama dengan Polri untuk menelusuri akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme, dan separatisme.

"Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindari konten terorisme, radikalisme, dan separatisme. Jika menemukan keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun Twitter @aduankonten," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfor Ferdinandus Setu.

TemanBaik, yuk bijak dalam memanfaatkan keberadaan situs, media sosial, hingga aplikasi chatting! Jangan sampai kamu terpengaruh, apalagi turut menyebarkan konten bermuatan negatif.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler