Sensasi Pijat Ekstrem Pakai Golok dan Pahat, Enggak Sakit Kok!

Bandung - Deki Ardiansyah (37) punya metode tersendiri dalam melakukan metode pijat untuk mengobati beragam penyakit. Ia menggunakan peralatan ekstrem, yaitu golok atau pisau yang biasa dipakai untuk memotong daging dan alat pahat.

Bagi TemanBaik yang melihatnya mungkin sedikit mengernyitkan dahi saat tahu pijat yang dilakukan menggunakan alat-alat itu. Bahkan, mungkin ada yang bergidik karena ngeri membayangkannya. Apalagi saat tahu Deki adalah penyandang low vision alias memiliki keterbatasan penglihatan.

Tapi, pijat ekstrem itu enggak semengerikan yang dibayangkan kok. Bahkan, pijatan yang dilakukan aman meski alat-alatnya tajam. Tangan Deki pun sudah sangat terampil memijat meski penglihatannya terbatas.

Pijat menggunakan golok dilakukan dengan cara memukulkan bagian yang tajam pada kulit. Biasanya, bagian sasaran pijat mulai dari leher hingga kaki. Meski tajam, ada cara khusus yang dipraktikkan Deki agar pisau tidak melukai kulit. Sedangkan pijat menggunakan pahat dilakukan dengan cara menempelkan bagian runcing pada tubuh. Deki kemudian memukul pahat itu menggunakan palu.

Metode pijat itu dilakukan Deki sejak 1999. Ia pun mempelajari metode pijat ekstrem itu secara otodidak selama 5 tahun. Sudah ratusan pasien yang ditanganinya dan hingga kini tidak ada kecelakaan yang mengakibatkan pasien terluka.


"Kulit di tubuh itu elastis, jadi sebenarnya enggak ada yang kuat untuk dibacok. Tapi untuk pijat ini ada tekniknya," kata Deki kepada BeritaBaik saat ditemui di PSBN Wyataguna, Kota Bandung, Jumat (28/12/2018).

Berbagai penyakit pasien berhasil disembuhkan Deki dengan metodenya itu. Penyakit ringan hingga berat seperti stroke, kanker, penyakit paru-paru, serta berbagai penyakit lainnya sukses disembuhkan.

Bahkan, ada beberapa pasien yang sulit disembuhkan secara medis justru sembuh berkat metode Deki. Ada yang sampai tidak bisa berjalan karena suatu penyakit, justru di tangan Deki sang pasien bisa kembali berjalan dan beraktivitas normal.

Selain golok dan pahat, Deki juga menggunakan peralatan lain yang tak kalah ekstrem, yaitu bor listrik. Biasanya, bor listrik digunakan untuk mengobati pasien yang penyakitnya sudah kategori kronis atau parah.

Tak cukup sampai di situ, ia biasa menggunakan air keras untuk mengobati patah tulang. Tak perlu khawatir melepuh, Deki juga punya trik tersendiri agar air keras aman digunakan saat melakukan pengobatan.

Penasaran dengan metode ala Deki, BeritaBaik pun mencobanya secara langsung meski sempat terbersit rasa ngeri. Ternyata tidak ada rasa sakit saat golok dan pahat digunakan untuk memijat. Bahkan, setelah pijat selesai, tubuh terasa jauh lebih rileks.

"Biasanya setelah pijat ada reaksi yang berbeda, bisa gatal atau panas," kata Deki.

Selang beberapa menit, BeritaBaik pun merasakan ada sensasi hangat pada bagian tubuh yang baru selesai dipijat. Tapi, hal itu menurutnya tidak akan lama. Itu menandakan kulit sedang melakukan proses regenerasi dan pijatan berfungsi mengobati penyakit.

Deki sendiri tidak membuka praktik secara khusus. Tapi, jika ada pasien yang ingin berobat, ia biasanya melakukan di rumahnya, di Magung Regency Nomor 30, Ciparay, Kabupaten Bandung.

Di luar itu, karena bekerja di PSBN Wyataguna, ia menggunakan salah satu tempat di sana sebagai tempat memijat. Jika ingin merasakan pijat ala Deki, sebaiknya TemanBaik menghubunginya di nomor 0811-1282-822. Deki sendiri tidak memungut biaya atas jasanya. Bahkan, ia selalu menolak jika dibayar oleh pasien.

"Allah SWT memberikan kemampuan kepada saya secara gratis, jadi saya juga melakukan pijat ini gratis. Secara ekonomi, kalau dihitung-hitung sebagai ASN, saya merasa sudah cukup," tutur Deki.

Mau coba?

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler