Doa WNI di Belanda untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Bandung - Bencana tsunami Selat Sunda yang melanda kawasan Banten dan Lampung ternyata sampai ke telinga para warga negara Indonesia (WNI) di Belanda. Doa lintas agama pun dipanjatkan mereka untuk para korban tsunami tersebut.

Doa bersama yang dihadiri ribuan WNI itu dilakukan di sela kegiatan Gebyar Budaya Indonesia di Event Plaza, Lange Kleiweg, Rijswijk, Belanda, baru-baru ini. Kegiatan itu diselenggarakan KBRI Den Haag bekerjasama dengan Badan Kerjasama Umat Kristiani (BKUKIN), NBB Belanda, dan Sakebe Gamelan Semara Gita.

Kegiatan dimulai dengan ibadah Natal dan dilanjutkan dengan upacara Galungan. Penyalaan liling juga dilakukan para tokoh-tokoh agama dan ditutup dengan Gebyar Budaya Indonesia.

Kegiatan doa bersama itu adalah bentuk solidaritas untuk mendoakan para korban tsunami. Dalam saat bersamaan, kegiatan itu juga dijadikan alat perekat persaudaraan para WNI di Belanda dan Indonesia.

"Semoga acara ini menjadi momentum buat kita semua untuk saling mendoakan, berbagi, dan mempererat silaturahmi di antara kita. Perbedaan merupakan sumber kekuatan bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia," kata Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja di laman resmi Kementerian Luar Negeri.

Selain mendoakan para korban, doa juga dipanjatkan agar Indonesia selalu berada dalam kedamaian, sejahtera, dan terhindar dari bencana serta malapetaka lainnya.

Sementara itu, Gebyar Budaya Indonesia merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan KBRI Den Haag. Tujuan besarnya adalah pembinaan dan mempererat hubungan silaturahmi sesama WNI di Belanda.

Kegiatan itu juga jadi cerminan kerukunan, persaudaraan, solidaritas, dan keharmonisan sesama WNI di sana. Selain itu, melalui ajang tersebut, berbagai kekayaan kesenian dan makanan khas Nusantara juga dipromosikan kepada warga setempat.


Foto: dokumentasi kementerian luar negeri



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler