Intip Proses Hapus Tato dengan Metode Laser, Begini Caranya

Bandung - Proses penghapusan tato paling aman saat ini adalah menggunakan metode laser. Tapi, harganya tergolong mahal. Setiap satu sentimeter persegi, biayanya bisa ratusan ribu. Sehingga, jika tatonya berukuran besar, biayanya bisa jutaan, bahkan puluhan juta.

Tapi, komunitas Hijrah Care memberikan pelayanan hapus tato gratis selama satu hari (31/12/2018) di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung. Sejak pagi hingga siang, sudah ada belasan peserta yang mendaftar dalam program yang dirangkaikan dengan kegiatan Muhasabah Masjid Pusdai.

Program hapus tato itu cukup sering diadakan Hijrah Care di berbagai kesempatan. Bukan hanya di Kota Bandung, beberapa kali Hijrah Care juga melakukan kegiatan serupa di beberapa daerah di Jawa Barat.

Para peserta biasanya diberikan persyaratan khusus. Syarat pertama adalah seorang muslim atau muslimah. Berikutnya, peserta bersedia menghapal Surat Ar-Rahman yang bisa 'dicicil' dalam beberapa kali pertemuan.

Peserta juga harus membawa hasil pemeriksaan di laboratorium yang berisi keterangan bebas HIV/AIDS, hepatitis, dan diabetes. Terakhir, peserta bersedia mengikuti berbagai program Hijrah Care, salah satunya mengikuti kajian rutin agama Islam.

"Proses penghapusan tato sendiri tidak bisa sekali, bahkan ada yang sampai 10 kali pertemuan. Biasanya selain karena tatonya banyak, juga berwarna. Kalau berwarna itu lebih susah, jadi lebih lama prosesnya," kata Founder Hijrah Care Rifki Saiful Rohman.

Sekali pertemuan, proses hapus tato dilakukan antara 15-60 menit. Setelah itu, proses berikutnya akan berlanjut sekitar sebulan kemudian, begitu seterusnya sampai tato benar-benar hilang.

Baca Ini Juga Yuk: Mantan Seniman Tato Ini Sedekah Jasa Ojek Online Setiap Jumat

Proses penghapusan sendiri dimulai dengan mengoleskan krim anestesi untuk mengurangi rasa sakit saat proses penghapusan. Berikutnya, bagian yang ditato akan dibungkus plastik untuk membuat krim terserap.

Selanjutnya, bagian tubuh yang terdapat tato akan 'ditembak' menggunakan laser. 'Tak', berkali-kali bunyi pun terdengar saat laser 'ditembakkan' tepat di atas tato. Hal itu bertujuan untuk memecah tinta yang ada dibawah kulit sampai ke akarnya.

Pecahan tinta itu nantinya akan 'dimakan' sel darah putih. Tapi, ada juga yang terbuang menjadi kotoran. Sehingga, saat proses akhir hapus tato tuntas, tinta sudah benar-benar dari tubuh. Tidak hanya yang tampak di kulit, tapi tinta tidak ada lagi di bagian bawah kulit.

"Sakitnya sendiri beda-beda tiap orang. Tapi kebanyakan yang bilang lebih sakit dihapus tato daripada bikin tato," ucapnya. Secara umum, proses penghapusan tato biasanya dirasakan perih. Terkadang, pasiennya juga merasakan rasa panas akibat 'tembakan' laser.

Agus Andriyadi (43), salah seorang peserta, mengaku tidak terlalu sakit saat proses hapus tato. Justru, menurutnya proses pembuatan tato jauh lebih sakit."Mungkin karena hapus tato ini pakai laser, jadi enggak terlalu sakit. Kalau bikin tato kan manual. Proses ini mungkin butuh sekitar tiga kali pertemuan lagi sampai tatonya hilang," ujar Agus.

Ia lalu menceritakan alasan datang ke lokasi untuk menghapus tato. Ia mengaku ingin tubuhnya kembali bersih seperti dulu."Ingin bersih aja. Keinginannya datang dari sendiri. Kalau salat perasaan kayaknya kurang pas, kayak ada yang ngeganjal (karena bertato)," tutur Agus.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler