Aliran Air PDAM di Bandung Akan Lebih Lancar di 2019

Bandung - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung berupaya memperlancar pasokan air ke pelanggannya di Kota Bandung. Ada berbagai upaya yang dilakukan demi memuaskan para pelanggan.

Salah satunya adalah membangun pipa jaringan baru untuk mendistribusikan air kepada pelanggan di Kota Bandung bagian selatan, di antaranya kawasan Gedebage. Konstruksi pun sedang dalam proses pembangunan.

"Kita sekarang sedang membangun IPA (Instalasi Pengolahan Air) di Cikalong (Kabupaten Bandung), progres pembangunannya sudah 85 persen. Mudah-mudahan di akhir Februari selesai," kata Direktur Air Minum PDAM Tirtawening Rachmawati Rahman.

IPA baru itu ditargetkan berfungsi pada April mendatang. Keberadaan IPA itu pun akan memangkas jalur pengolahan air sehingga air bisa sampai ke pelanggan lebih cepat.

Selama ini, sumber air baku utama PDAM salah satunya berasal dari kawasan Cikalong, tepatnya area Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung. Air itu dibawa melalui pipa ke tempat pengolahan di Kantor PDAM Tirtawening di Kota Bandung dengan jarak mencapai 32 kilometer.


Setelah diolah, air baru disalurkan ke pelanggan, termasuk pelanggan di kawasan Kota Bandung bagian selatan. Proses itu cukup memakan waktu dan membuat distribusi air terkendala. Bahkan, untuk kawasan selatan, air justru 'melintas' dulu ke Kantor PDAM, baru kembali lagi ke kawasan selatan untuk didistribusikan.

Hadirnya IPA baru itu justru akan berbeda. Sebab, air akan diolah di tempat sumber air bakunya langsung di kawasan Cikalong. Setelah itu air langsung didistribusikan ke pelanggan. Sehingga, air akan bisa tiba lebih cepat dan lancar ke rumah pelanggan. Kapasitasnya bahkan mencapai 700 liter/detik.

"Jadi nanti yang dialirkan ke pelanggan wilayah selatan itu sudah air siap pakai (dari Cikalong)," jelas Rachmawati.

Diakuinya, jika pelanggan saat ditanya soal kepuasaannya terhadap distribusi air dari PDAM, mereka akan menjawab kurang puas. Tapi, harapannya setelah IPA baru itu berfungsi kepuasan bisa dirasakan pelanggan.

"Mudah-mudahan di 2019 ini selesai itu (keluhan) semua," ucap Rachmawati.

Di saat yang sama, pasokan air baku dari Cikalong juga akan tetap mengalir ke Kantor PDAM untuk diolah. Tapi, pipa yang digunakan adalah pipa lama. Air baku yang diolah itu nantinya akan tetap didistribusikan untuk pelanggan lain, khususnya di bagian utara dan tengah Kota Bandung.

Ke depan, PDAM juga akan membangun IPA-IPA kecil di berbagai wilayah Kota Bandung. Sehingga, jarak dari tempat pengolahan ke rumah pelanggan akan lebih dekat. Harapan besarnya tentu agar distribusi air semakin lancar.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler