Gaya Kelakar Ridwan Kamil dan Istri Saat Satu Panggung

Bandung - Suasana berbeda terlihat saat kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) yang digelar Pemprov Jawa Barat. Kegiatan itu merupakan wadah komunikasi antara pemprov dan awak media.

Hari ini, kegiatan Japri digelar di area halaman di dekat Museum Gedung Sate, Kota Bandung, atau di area timur. Biasanya, kegiatan itu lebih sering digelar secara indoor, tepatnya di area lobby Gedung Sate.

Area Japri hari ini di dekat Museum Gedung Sate adalah yang kedua. Tapi, istimewanya adalah dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan sang istri, Atalia Praratya. Keduanya berbicara seputar human trafficking atau perdagangan orang.

Di awal kegiatan, pembawa acara memberi kesempatan kepada Poppy Sophia Bakur sebagai Kepala DP3AKB Jawa Barat untuk jadi pembicara pertama. Berikutnya, giliran Emil, sapaan Ridwan Kamil, menjadi pembicara kedua.

Pembawa acara sempat 'menggoda' Emil yang dinilai berpakaian tidak seperti biasanya. Sebab, Emil mengenakan baju yang biasanya dipakai untuk kegiatan outdoor dan topi fedora.

Baca Ini Juga Yuk: Pesan Ridwan Kamil Agar Perempuan Tak Jadi Korban Trafficking

"Ini baru dari lapangan, habis dari gunung," ujar Emil yang baru saja tiba dari kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Sang pembawa acara yang akrab disapa Mang Apun itu kemudian berkelakar kepada Atalia yang duduk di samping Emil. Atalia dinilai beruntung memiliki suami seorang gubernur yang cerdas dan berpenampilan keren.

Saat Emil tertunduk melihat kertas berisi materi Japri, Atalia memberi jawaban dari kelakar pembawa acara. Ia menyebut justru Emil yang beruntung mendapatkan dirinya sebagai istri.

"Beliau yang beruntung," jawab Atalia yang disambut tawa para tamu undangan di lokasi.

Tapi, canda-tawa itu tidak berlangsung lama. Para pembicara dan tamu undangan yang hadir serius membahas berbagai hal terkait human trafficking.

Salah satu poin penting dari pembahasan itu adalah jangan mudah terjebak oleh iming-iming pekerjaan dengan gaji fantastis. Sebab, rata-rata itu jadi jebakan untuk membuat seseorang akhirnya jadi korban human trafficking. Ketahanan keluarga juga jadi faktor penting pencegah terjadinya human trafficking.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler