Kementerian PUPR Gunakan Karet untuk Bahan Campuran Aspal Loh!

Bandung - Indonesia merupakan salah satu produsen karet terbesar di dunia. Setiap tahun, produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton.

Saat ini, di tengah penurunan harga karet dunia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan penggunaan karet Indonesia. Caranya dengan menggunakan karet sebagai campuran beraspal atau aspal karet dalam penanganan jalan nasional.

Penggunaan karet alam pada campuran beraspal panas memiliki keunggulan, seperti jalan jadi memiliki tingkat perkerasan lebih baik. Selain itu, daya tahannya lebih tinggi jika dibandingkan aspal biasa.

Baca Ini Juga Yuk: Jalan Akses ke Kawasan Wisata Mandeh Rampung, Siapa Mau ke Sana?

Kementerian PUPR akan membeli karet dari petani yang dilakukan oleh pabrik atau koperasi yang memproduksi brown crepe. Pabrik dan koperasi tersebut kemudian menyuplainya pada Kementerian PUPR dengan mencantumkan Surat Keterangan kuitansi pembelian dari petani atau KUD.

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah membeli aspal karet di Sumatera Selatan dan Jawa Barat senilai Rp 7 milyar melalui BBPJN V Sumsel dan BBPJN VI selaku pengguna aspal karet.

Di tahun 2019 ini, telah ditetapkan rencana pengadaan sebanyak 2.542 ton aspal karet senilai Rp.3,15 miliar. Pengadaan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penyimpanan dalam waktu lama yang dapat menyebabkan karet alam rusak.

Foto: pu.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler