Mahasiswa Indonesia Juara Penulisan Zero Waste di Malaysia

Sumedang - Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran  Moch. Rizqi Hijriah meraih juara 3 feature writing dalam ajang Immersions, Projects, Appreciation, and Tribute (Impact) 2018. Feature writing merupakan salah satu cabang lomba yang diadakan School of Communication Universiti Sains Malaysia, Desember lalu.

Dalam tulisan feature yang dilombakan, Rizqi mengusung tema peran media untuk edukasi zerowaste lifestyle. “Saya terinspirasi dari Instagram @zerowasteid yang menjadi platform pertama yang membahas zerowaste lifestyle di Indonesia. Platform itu membahas tentang apa itu zerowaste lifestyle, bagaimana penerapannya,” kata Rizqi. Selain itu, menurut Rizqi, dosen-dosen Jurnalistik yang menaruh perhatian terhadap isu lingkungan pun mendukung Rizqi membahas konsep gaya hidup itu.

Rizqi berpendapat, media memiliki peran yang besar untuk mengedukasi khalayak dengan konten yang positif untuk menjaga lingkungan. Karena itu, Rizqi memilih media online dan media sosial sebagai sarana edukasi bagi pengikutnya agar bisa menerapkan zerowaste lifestyle.

Edukasi dapat dibagi melalui konten-kontennya. “Misalnya, tentang mengurangi sampah, mengurangi penggunaan plastik, mengganti sedotan ke sedotan stainless. Selain itu, mengadakan giveaway dan mengapresiasi pengikuti lewat repost,” tuturnya.

Baca Ini Juga Yuk: Mahasiswa Unpad Bikin Aplikasi VR untuk Belajar Lebih Mudah

Impact 2018 menjadi pengalaman pertama Rizqi dalam mengikuti lomba penulisan feature. Setelah mengirim karya awal, Rizqi masuk ke sembilan besar finalis. Rizqi beradu dengan peserta lainnya yang berasal dari Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Rizqi mengaku senang menulis cara bertutur sejak tahun kedua perkuliahan. “Biasanya menulis pengalaman-pengalaman yang berharga atau menakjubkan. Menulis profil, perjalanan hidup seseorang juga,” ujarnya.

Bagi Rizqi, kompetisi lintas negara ini menyenangkan karena bisa mengasah kemampuan dan mengaktualisasi diri. Selain itu, Rizqi mendapatkan banyak pelajaran tentang perbedaan budaya, latar belakang, dan sudut pandang.

Rizqi berpesan kepada TemanBaik yang ingin mengikuti ajang seperti pertukaran, perlombaan, atau konferensi internasional, untuk tidak menyia-nyiakan peluang. “Saya juga sempat ragu karena sebagai mahasiswa tingkat ketiga saya belum banyak berkarya, khususnya feature writing. Tapi karena saya mau memaksimalkan peluang, saya manfaatkan itu. Yang menjadi pelajaran adalah minimal kita berusaha,” pungkasnya.

Foto: Dokumentasi Moch. Rizqi Hijriah

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler