Cerita Customer Service PDAM Layani Aduan Pelanggan

Bandung - Layanan Pengaduan di Kantor PDAM Tirtawening Kota Bandung menjadi salah satu area yang paling 'hidup'. Sebab, setiap hari selalu ada konsumen yang datang untuk menyampaikan keluhan.

Tak jarang, konsumen datang dengan amarah yang meledak-ledak dan penuh emosi. Tapi, ada juga konsumen yang menyampaikan keluhan dengan cara santun.

Customer service (CS) pun menjadi orang terdepan yang menghadapi konsumen dengan beragam keluhannya. Setiap hari, CS pun jadi sasaran kekesalahan dan amarah konsumen, mulai karena tagihan membengkak hingga pasokan air yang tidak lancar.

"Sukanya banyak jadi CS. Tapi lebih banyak dukanya karena konsumen pergi dari rumah sudah marah. Cuma kita bawa enjoy aja kerjanya," ujar Mela Puspitasari, salah seorang CS Layanan Pengaduan PDAM Tirtawening, kepada BeritaBaik.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah Unik Fery Rajiv Pencatat Meter PDAM di Bandung

Terkadang, perempuan berjilbab itu hampir terpancing emosi saat meladeni konsumen. Tapi, yang ditempatkan sebagai CS di layanan pengaduan sejak 2016 selalu berusaha untuk menekan emosi.

Sebaliknya, ia berusaha tetap ramah dan penuh senyum melayani konsumen yang menyampaikan keluhan. Itu jadi konsekuensi yang harus dijalaninya. Sabar jadi kunci dalam Mela menjalankan tugas."Harus profesional. Walaupun lagi ada masalah, lagi bete, tetap harus ramah ke konsumen," ungkapnya.

Kepada setiap konsumen yang datang mengadu, Mela selalu berusaha memberi penjelasan dan pelayanan terbaik. Tapi, selalu saja ada konsumen yang ngotot dan tidak menerima penjelasan CS.

Salah satu sisi kepuasan yang dirasakan Mela adalah saat konsumen bisa menerima informasi dengan lengkap. Sehingga, konsumen paham permasalahan yang terjadi. Di saat yang sama, keluhan juga bisa diselesaikan oleh bagian terkait.

"Kepuasan saya kalau nerangin ke konsumen mereka mengerti. Jadi si konsumen juga mendapatkan jawaban jelas dari apa yang dikeluhkannya," tutur Mela.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler