Alasan TemanBaik Harus Tonton Debat Capres Malam Ini

Bandung - Debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) siap digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) malam ini di Hotel Bidakara, Jakarta.

Meski tidak bisa datang langsung, masyarakat bisa menyaksikan debat tersebut melalui berbagai siaran televisi dan media massa lainnya. TemanBaik yang punya hak pilih pada 17 April 2019 pun sebaiknya menyaksikan debat tersebut. Kenapa?

Ketua KPU RI Arief Budiman memberikan alasan kenapa debat itu harus disaksikan. Yang paling utama, debat itu jadi sarana publik untuk melihat visi-misi dan program capres-cawapres.

"Saya mengimbau kepada seluruh pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 untuk menyaksikan debat. Karena ini penting bagi anda semua untuk menjadikannya referensi untuk memilih pada 17 April 2019," kata Arief di laman resmi KPU.

Pelaksanaan debat sendiri tinggal menghitung jam. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan secara matang oleh KPU agar kegiatan debat bisa berlangsung lancar dan kondusif.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Dia Jadwal dan Tema Debat Pilpres 2019

Debat sendiri akan dihadiri 500 tamu undangan. Para anggota tim kampanye masing-masing kandidat diberi jatah undangan untuk 100 orang.

Di luar anggota tim kampanye, mereka yang diundang di antaranya tokoh bangsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, budayawan, mahasiswa, hingga pegiat demokrasi.

"KPU juga mengundang presiden ketiga, kelima, dan keenam, serta seluruh mantan wakil presiden untuk hadir di debat pertama," jelas anggota KPU Wahyu Setiawan.

KPU pun sudah mengantisipasi besarnya animo masyarakat dan pendukung kandidat capres-cawapres yang akan datang ke lokasi debat. Tapi, mereka tidak akan diperbolehkan masuk ke area debat.

Meski begitu, mereka akan difasilitasi oleh KPU. Dua layar lebar disiapkan di tempat terpisah untuk masing-masing pendukung. Dengan begitu, diharapkan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di antara pendukung kandidat.


Foto: Humas KPU RI

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler