Kementan Kembangkan Sapi Belgian Blue, Intip Tujuan Yuk!

Bandung - Kementerian Pertanian saat ini sedang mengembangkan sapi dari jenis Belgian Blue. Sapi khas Belgia yang juga sering disebut sapi berotot besar itu memiliki berbagai keunggulan, salah satunya persentase karkas tinggi yang mencapai 20 persen.

Kandungan lemak sapi ini juga relatif rendah. Bahkan, karena produksi karkasnya yang tinggi, akan sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan protein.

Kementan sendiri terus mengembangkan Belgian Blue melalui Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Tujuan besarnya, ke depan Indonesia akan mampu swasembada daging.

"Sampai Desember 2018, sudah lebih dari 100 ekor kelahiran sapi Belgian Blue hasil inseminasi buatan dan transfer embrio," kata Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pemelihataan Ternak Kementan Yanyan Setiawan di laman resmi Kementan.


Pengembangan sapi itu merupakan instruksi langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Harapannya adalah untuk memenuhi kebutuhan daging dan bibit sapi unggul secara nasional.

"Ini bukan sapi biasa, pertambahan bobot badannya tinggi sekali, per hari bisa mencapai 1-1,5 kilogram," jelas Yanyan.

Saat ini, pengembangan Belgian Blue masih terbatas. Sebab, pengembangannya baru dilakukan di 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementan. Ke depan, perlu dilakukan beberapa kajian oleh peneliti dan tim pakar pendukung.

Tapi, secara umum nantinya sapi Belgian Blue itu akan dikembangkan ke seluruh pelosok Indonesia. Hal itu akan dilakukan setelah ada rekomendasi dari Komisi Bibit.

Targetnya, sapi itu akan diproduksi besar-besaran pada 2021 akhir. Tidak hanya itu, pada 2022 ditargetkan juga sudah bisa dilakukan produksi sperma atau semen sapi Belgian Blue beku untuk pembibitan. Sehingga, pengembangan sapi tersebut akan bisa lebih maksimal.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler