Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dapat Wariskan Jatahnya

Para calon jemaah haji biasanya akan mendapatkan nomor porsi keberangkatan. Nomor itu akan menentukan kapan seseorang bisa berangkat untuk melaksanakan ibadah haji.

Lalu, bagaimana jika calon jemaah meninggal dunia setelah mendapatkan nomor porsi? Nomor porsinya ternyata bisa 'diwariskan'. Yuk, simak penjelasannya!

Sejak tahun lalu, Kementerian Agama (Kemenag) sudah memberlakukan kebijakan pelimpahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal. Posisinya akan digantikan oleh ahli waris, baik itu suami atau istri, anak, atau menantu.

Kebijakan itu kembali diberlakukan tahun ini karena respon positif dari masyarakat. Tapi, catatannya, 'warisan' nomor porsi hanya bisa diberikan jika calon jamaah yang meninggal sudah dinyatakan berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Bagaimana prosedurnya? Yang pertama, kamu harus menunggu pengumuman jemaah yang berhak melunasi BPIH 1440 Hijriyah atau 2019 dalam beberapa waktu ke depan.

Jika setelah diumumkan ternyata calon jamaah haji meninggal, proses pelimpahan nomor porsi bisa langsung dilakukan. Dokumen yang harus disiapkan calon penerima pelimpahan nomor porsi adalah surat kematian, bukti setoran awal BPIH, surat kuasa pelimpahan, surat tanggung jawab mutlak, dan bukti identitas.

Baca Ini Juga Yuk: PDAM Bandung Bagi-bagi Umroh Gratis untuk Karyawan

"Mereka yang akan menerima pelimpahan, minimal berusia 18 tahun atau sudah menikah," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis di laman resmi Kemenag.

Setelah semua persyaratan lengkap, kamu harus menyerahkannya ke Kemenag kabupaten/kota masing-masing untuk diajukan ke Kanwil Kemenag Provinsi.

"Pihak Kanwil lalu akan membuat rekomendasi untuk diusulkan persetujuan dari Direktur Jenderal (PHU)," ungkap Yanis.

Setelah disetujui Dirjen PHU, penerima limpahan nomor porsi harus datang ke Subdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler. Di sana harus dilakukan proses pendaftaran dan input data biometrik.

"Berikutnya nanti akan diterbitkan SPPH (Surat Permohonan Pergi Haji) baru sebagai pengganti dengan menggunakan nomor porsi jemaah yang wafat," jelas Yanis.

Setelah sah mendapatkan nomor porsi, penerima pelimpahan bisa pergi di tahun yang sama sesuai jadwal jemaah yang meninggal. Tapi, yang bersangkutan bisa saja ditunda keberangkatannya.

Hal itu akan tergantung dari kesiapan jemaah dan ketersediaan waktu penyiapan dokumen perjalanan haji. "Jika tidak berangkat tahun berjalan, proses keberangkatannya bisa dipersiapkan pada tahun berikutnya," ucap Yanis.

Sebagai catatan, pada 2018 lalu terdapat 563 orang yang mengajukan pelimpahan nomor porsi. Tapi, yang sudah diberangkatkan haji baru 166 orang. Sisanya jika memungkinkan akan diberangkatkan tahun ini atau tahun 2020.


Foto: Pixabay

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler