Memetik Nilai Positif dari Sosok Ahok yang Bebas Hari Ini

Jakarta - Setelah menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok akhirnya bisa menghirup udara bebas kembali pada Kamis, 24 Januari 2019. Pasca bebas ia mengemukakan untuk tak lagi dipanggil Ahok. Ia ingin dikenal sebagai sosok baru yang lebih baik, karena itu ia ingin dipanggil dengan sebutan BTP saja.

Untuk mengenang dedikasinya sebagai Mantan Bupati Belitung Timur dan Gubernur DKI Jakarta, berikut ini adalah nilai-nilai positif yang dapat kita pelajari dari sosok BTP alias Ahok.  

Jujur
Selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, BTP menunjukkan pemerintahan yang bersih dan jujur. Ia memulainya dari diri sendiri, hingga akhirnya mengajak orang-orang yang bekerja dengannya untuk bersikap serupa. BTP juga menerapkan hukuman dan penghargaan dalam manajemen kepemimpinannya. 

Transparansi
BTP juga rajin melaporkan harta kekayaannya yang dimuat dalam Lembar Kekayaan penyelenggara Negara (LHKPN). Ia bahkan tidak ragu untuk membeberkan harta kekayaan dan gajinya sehingga dapat diakses oleh publik. 

Baca Ini Juga Yuk: Kiprah Ahok di Panggung Politik Tanah Air

Antikorupsi
Pada tahun 2013, BTP menerima penghargaan ‘Anti Korupsi Award’ sebagai tokoh antikorupsi dari Perkumpulan Bung Hatta. Ketua Dewan Juri Betti Alisyahbana menilai BTP adalah sosok yang bersih, transparan, dan profesional. 

Mengabdi dengan Ikhlas
Ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, BTP tidak memposisikan dirinya sebagai bos. Jika mengibaratkan Jakarta sebagai sebuah perusahaan, ia merasa dirinya adalah CEO, sedangkan bosnya adalah warga Jakarta. Dalam pengabdiannya, BTP juga tidak mengenal perihal untung rugi. Hal positif yang layak ditiiru nih, TemanBaik!

Inovasi
Banyak inovasi yang dilakukan BTP untuk memberikan layanan terbaik bagi warga Jakarta. Salah satunya adalah mengeluarkan kartu ‘Jakarta One’ yang resmi diluncurkan pada tahun 2017 lalu. Fungsi kartu ini adalah menggantikan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar yang juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran rusun, pembayaran tagihan listrik, air, telepon, pembayaran pajak STNK, naik bus dan lainnya. Selain Kartu ‘Jakarta One’, ada juga sistem laporan aplikasi ‘Qlue’ yang diperuntukkan untuk memudahkan laporan pertanggungjawaban uang operasional dari Pemprov DKI Jakarta.



Foto: Instagram.com/ basukibtp


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler