Abah Rizal, Petugas Damkar Purwakarta Sang Penjinak Ular

Purwakarta - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) saat ini tidak hanya bertugas menjinakkan api. Tapi, para petugas secara tidak langsung dituntut memiliki keahlian lebih banyak.

Sebab, laporan yang masuk ke Damkar biasanya tidak hanya sebatas kebakaran. Ada banyak laporan lain, mulai dari bencana alam, penanganan hewan yang terjebak, hingga adanya ular di lingkungan masyarakat.

Hal itu yang dimiliki Muhammad Rizal. Ia merupakan ASN yang bertugas di Damkar Kabupaten Purwakarta. Keahlian yang dimilikinya adalah mampu menjinakkan ular.

Keahlian itu didapatkan Abah Rizal, sapaan akrabnya, secara otodidak. Hal itu bermula dari laporan adanya ular di permukiman warga beberapa tahun lalu.

Saat datang ke lokasi, memang sempat terlintas rasa was-was. Apalagi, ia tidak mendapatkan pendidikan khusus untuk bagaimana cara menangani dan menangkap ular.

Tapi, rasa was-was itu ditanggalkan. Yang ada dalam pikirannya saat itu adalah menangkap sang ular demi menghindari masyarakat jadi korban.

"Pertama kali dapat laporan di Nagrak Darangdan, ada ular jenis King Cobra. Ya, pertama lihat sih ngeri juga, tapi karena kita datang membantu masyarakat, ya mau tidak mau harus ditangkap," kata Abah Rizal dalam rilis yang diterima BeritaBaik.


Seiring berjalannya waktu, Abah Rizal justru semakin terbiasa menangani saat terdapat laporan adanya ular di masyarakat. Bahkan, ia seolah jadi spesialis alias pawang ular di Damkar Kabupaten Purwakarta.

Tidak ada peralatan khusus yang dipakai saat menangkap ular. Ia hanya mengandalkan peralatan seadanya. Berbagai pengetahuan dan keahlian pun dipelajarinya secara bertahap.

"Lebih dari 20 (ular yang sudah ditangkap), kebanyakan ular kobra, kadang ular sanca. Tidak ada pakaian khusus untuk menangkap, hanya dengan keyakinan dan peralatan seadanya," tutur Abah Rizal.

Saat akan menangkap, ia biasanya berkomunikasi dengan sang ular. Cara itu diyakini membuat ular lebih tenang agar mudah ditangkap.

"Saya ajak ngobrol aja ularnya, kan mereka juga makhluk hidup," ucapnya.

Soal risiko, diakuinya memang ada risiko besar yang dihadapi. Sebab, ular memiliki bisa yang cukup mematikan. Bahkan, meski ularnya tidak berbisa, ular bisa saja melilit tubuh Abah Rizal dan membahayakan keselamatannya.

"Ya memang berisiko, tapi ini tugas dan kewajiban saya. Jadi Damkar bukan hanya memadamkan api, tapi harus bisa menolong masyarakat yang mengalami kejadian tidak terduga," jelas Abah Rizal.

Sementara untuk ular-ular yang ditangkapnya, Abah Rizal tidak pernah membunuhnya. Ia selalu menyerahkannya pada komunitas pencinta reptil di Purwakarta.

"Saya serahkan kepada komunitas reptil atau komunitas pencinta hewan. Kalau dilepas di hutan, takutnya balik lagi atau dimatiin kalau ketemu masyarakat," pungkas Abah Rizal.


Foto: dokumentasi Diskominfo Kabupaten Purwakarta 
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler