Aksi Heroik Babinsa Mengajar Anak di Pegunungan Polewali Mandar

Polewali - Puluhan anak-anak di Dusun Bombang, Desa Patambanua, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat tidak bisa membaca dan menulis. Akses yang sulit dijangkau karena berada di pegunungan membuat mereka hidup jauh dari pendidikan formal.

Tidak ada sekolah yang berdiri di sana sebagai tempat anak-anak belajar. Tapi, dulu sempat ada guru yang mengajar anak-anak di sana. Itu pun hanya sesekali.

"Dulu pernah ada guru yang datang mengajar, terkadang dua kali sebulan. Sejak 5 tahun terakhir gurunya sudah tidak pernah datang," ujar Kepala Dusun Bombang Masril di laman resmi TNI Angkatan Darat.

Tapi, belakangan kegiatan belajar mengajar di sana kembali aktif. Sebab, ada guru yang mengajarkan mereka membaca, menulis, dan beberapa mata pelajaran.

Baca Ini Juga Yuk: Pasar Selayar Sajikan Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Yang menjadi guru adalah Bintara Pembina Desa alias Babinsa dari Koramil 1402-02/Wonomulyo jajaran Kodim 1402/Polmas. Ditugaskannya para Babinsa itu didorong keinginan membuat anak-anak setempat menjadi cerdas, minimal bisa membaca dan menulis.

"Dikarenakan dengan kondisi tersebut, kita instruksikan Babinsa di Koramil 1402-02/Wonomulyo ikut serta membantu mengajar anak-anak setiap di wilayah binaan," kata Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto.

Meski fasilitas di sana seadanya, hal itu tidak menyurutkan Babinsa untuk menjalankan tugas mengajar anak-anak. Ruang kelas di sana hanya ada dua, itu pun tanpa meja dan hanya berlantai tanah.

Untuk mengajar pun perlu perjuangan besar. Sebab, jarak menuju lokasi sangat jauh. Bahkan, jika datang siang, anak-anak tinggal sedikit karena banyak yang membantu orangtuanya berkebun.

"Seperti Koptu Kaharuddin, Babinsa Desa Patambanua, untuk bisa menuju dusun tersebut harus menempuh perjalanan dengan sepeda motor sekitar 3-4 jam," tutur Dedi.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Aspar Jaelolo, Raja Panjat dari Sulawesi

Koptu Kaharuddin pun berkejaran dengan waktu agar tiba lebih pagi. Tujuannya agar anak-anak bisa belajar lebih dulu sebelum pergi membantu orangtuanya berkebun.

Ada harapan besar di balik penugasan para Babinsa mengajar tersebut. Selain untuk bekal para anak-anak, pengajaran yang dilakukan diharapkan memiliki dampak lebih besar di masa depan.

"Kita berharap selain untuk masa depan mereka kelak, juga dengan pengetahuan dan keterampilannya dapat turut berkontribusi dalam hal pembangunan daerahnya," jelas Dedi.

"Ini penting, karena kunci keberhasilan suatu daerah salah satunya adalah pemberdayaan dan partisipasi sumber daya manusia," pungkasnya lagi.


Foto: dokumentasi Dinas Penerangan TNI AD

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler