Cara Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB Belajar Eco Lifestyle

Bandung - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Institut Teknologi Bandung (ITB) punya cara unik untuk menularkan eco lifestyle alias gaya hidup ramah lingkungan. Mereka menggelar Eco Project 2019 di Kampus ITB, Kota Bandung, Minggu (27/1/2019).

Dalam kegiatan ini, digelar seminar dan talkshow di Aula Timur ITB dengan menghadirkan berbagai narasumber. Mereka adalah Direktur Pengelolaan Sampah Dirjen Pengelolaan Limbah Sampah dan B3 Dr Novrizal Tahar dan Head of Marketing and Communication of Avanieco Anindita Sekar Jati.

Ada juga Miss Favourite Miss Scuba Indonesia Nadya Natasha, Founder Waste4change Mohamad Bijaksana, serta Konsultan dan Praktisi Lingkungan Winarko HS.

Dalam seminar itu, para peserta mendapat banyak pengetahuan seputar eco lifestyle. Sehingga, mereka akan terpancing untuk melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Di area festival, tepatnya di area lapangan kiri-kanan di dekat gerbang masuk ITB, terdapat berbagai stand dan panggung berukuran besar. Di sana disajikan berbagai hasil karya dan produk para peserta.

Salah satunya bisa dilihat di stand HMTL. Di sini ditampilkan semacam alat untuk proses penjernihan air. Di stand lain, ada yang menampilkan produk ramah lingkungan, membuat motif kain menggunakan daun, serta beragam produk dan karya lainnya.

Beberapa titik di lokasi juga cukup menarik untuk dijadikan spot berswafoto. Sebab, ada beberapa hasil olahan barang bekas yang dibuat cukup ikonik.


Ketua Acara Eco Project 2019 Annisa Nur Diana mengatakan rangkaian kegiatan Eco Project sudah berlangsung sejak 2018. Berbagai acara yang sudah digelar di antaranya Eco Roadshow berupa sosialisasi eco lifestyle ke berbagai sekolah, Eco Movement berupa kegiatan pelatihan eco lifestyle di masyarakat, hingga Eco Challenge berupa tantangan untuk menjalankan eco lifestyle.

Melalui Eco Project dan seluruh rangkaian kegiatannya, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menerapkan eco lifestyle. Hal itu jadi salah satu cara untuk turut menghindari bumi semakin rusak.

Eco lifestyle sendiri tidak sulit untuk dijalankan. TemanBaik bisa melakukannya mulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya mengurangi potensi menghasilkan sampah plastik.

"Yang sederhana misalnya kalau makan jangan di-take away. Kalau terpaksa memang harus take away, bawa tempat makan sendiri. Terus kalau beli minuman juga jangan pakai sedotan," kata Annisa.

Melalui langkah-langkah sederhana itu, TemanBaik bisa turut menjaga lingkungan. Sebab, produksi sampah bisa diminimalisir.

Sebagai contoh, benda sederhana seperti sedotan. Sepintas, benda itu mudah didapat dan digunakan. Tapi, sedotan yang terbuat dari plastik akan sangat sulit untuk diurai. Bayangkan dalam sehari ada berapa banyak sedotan yang digunakan di berbagai belahan dunia?

Begitu juga dengan minuman yang biasa dibeli dengan kemasan plastik. Setelah isinya habis diminum, gelas atau kemasan plastik itu tidak mudah diurai. Sudah terbayang jumlahnya ada berapa sedunia dalam sehari?

Nah, bagi TemanBaik yang ingin belajar seputar eco lifestyle, kamu bisa berkunjung ke Kampus ITB. Di sini, kamu bisa mendapat beragam pengetahuan dan membeli beberapa barang yang menarik.

Tenang, kegiatan Eco Project akan berlangsung hingga nanti malam. Jadi, kamu masih punya cukup waktu untuk berkunjung ke lokasi. Selain gratis, berkunjung ke lokasi yang terpenting akan menambah pengetahuan kamu.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler