Tim Ini Pantau dan Stabilkan Keuangan di Tengah Tekanan Global

Bandung - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) menyampaikan hasil pemantauan perkembangan perekonomian, moneter, fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan dan penjaminan simpanan. Hasilnya, Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan IV 2018 dalam kondisi normal. Hal itu disampaikan dalam rapat berkala di Kementerian Keuangan, Senin (28/1/2019).

KSSK mencermati beberapa potensi risiko baik yang berasal dari perekonomian global maupun domestik. Menyikapi hal tersebut, KSSK memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, makropridensial dan mikroprudensial dalam menjaga SSK dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

Selama triwulan IV 2018, KSSK telah berhasil mengendalikan SSK, di bidang moneter Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan bauran kebijakan untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar. Serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan.

Kebijakan suku bunga difokuskan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batasan aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. BI terus menempuh strategi operasi moneter yang diarahkan untuk menjaga kecukupan likuiditas baik di pasar Rupiah maupun pasar valas. BI juga akan secara efektif memberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) sejak 1 November 2018. Dan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan guna memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Untuk meningkatkan ketahanan eksternal, BI memperkuat kerjasama moneter dan keuangan dengan otoritas dari beberapa negara. Pada triwulan IV 2018, BI dan Monetary Authority of Singapore telah menandatangani perjanjian keuangan bilateral dengan nilai setara USD 10 Miliar dalam bentuk swap bilateral dalam mata uang lokal.

Di bidang fiskal, APBN 2018 ditutup dengan kinerja yang baik dengan defisit lebih kecil, penerimaan negara di atas target dan belanja negara yang sehat. Di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa berupaya memperkuat kebijakan dan pengawasan terhadap sektor keuangan. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan perannnya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Di bidang penjaminan nasabah perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkesinambungan terhadap tren perkembangan suku bunga simpanan perbankan yang mash menunjukkan tren meningkat.

Mempersipakan perkembangan perekonomian tahun 2019, KSSK bakal terus memperkuat sinergi dan koordinasi antaranggota KSSK. Selain itu, KSSK juga akan memperkuat Sekretariat KSSK lewat perbaikan tata kelola, berbagi informasi dan mengintensifkan komunikasi publik. KSSK juga akan menyelenggarakan rapat berkala kembali pada Bulan April 2019.

Pada tahun 2019, OJK telah menyiapkan lima kebijakan dan inisiatif yang diarahkan antara lain untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemberdayaan UMKM dan masyarakat kecil, mendorong inovasi teknologi informasi industri jasa keuangan serta reformasi internal dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.


Foto: Unsplash



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler