Praktisi dan Vokalis Java Jive Bicara Pentingnya Ilmu Musik

Bandung - Banyak musisi yang beken meski hanya mengasah bakatnya secara otodidak. Tapi, dalam perkembangan dunia musik saat ini, ilmu bermusik lebih ideal dipelajari mendalam alias tidak hanya otodidak.

Salah satunya, ilmu di bidang musik bisa dipelajari melalui kuliah. Saat ini, sudah ada beberapa perguruan tinggi dan sekolah tinggi yang fokus mengajarkan berbagai hal seputar musik.

"Tantangan saat ini, kita sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0. Jadi kita (pelaku industri musik) harus menghadapi itu dengan berbagai persiapan supaya tidak keteter," kata Ketua Sekolah Tinggi Musik Bandung (STIMB) Buky Wibawa di sela Wisuda dan Dies Natalis ke-17 STIMB di Gedung New Majestic, Kota Bandung, Kamis (31/1/2019).

Dengan belajar di kampus musik, berbagai hal akan diajarkan selain tentunya kemampuan bermusik. Sehingga, saat lulusannya kelak bekerja di industri musik, mereka akan jauh lebih siap. Sebab, tantangan di industri musik pasti berkembang dari waktu ke waktu.

"Bagaimana misalnya kita menyiapkan mahasiswa untuk menguasai teknologi, digital market, melindungi karya dengan HAKI, dan lain sebagainya," ungkapnya.

"Di era industri musik seperti sekarang. Menurut saya seniman musik lebih bagus tidak mengandalkan bakat semata. Lebih baik mempersiapkan bekal ilmu pengetahuan sehingga dia akan lebih siap masuk ke industri musik," jelas Buky.

Dany, vokalis band Java Jive, juga mengatakan hal serupa. Sebab, tantangan industri musik zaman dulu, sekarang, dan masa depan, jelas akan berbeda.

"Sebagai pelaku di industri musik langsung dan (belajar) otodidak, kalau saya alami, saya melihat lebih bagus memang punya ilmu musik daripada otodidak atau istilahnya mimilikan (mengandalkan keberuntungan). Kalau sudah tahu ilmu, dia cakupannya akan lebih luas," tuturnya.

Sebagai gambaran, saat ini banyak musisi atau pelaku industri musik lama yang bertumbangan. Sebab, mereka tidak siap dengan tantangan baru di era milenial ini. Begitu juga dengan musisi baru yang sulit berkembang saat ini.

Hal itu karena pelaku industri musik tidak siap dengan kondisi yang ada. Sehingga, mereka akhirnya tidak bisa mendapatkan penghasilan.

"Contohnya bagaimana cara meraih penghasilan dari industri musik digital. Kita memang tidak dipersiapkan untuk menghadapi industri digital. Saat itu terjadi, kita berusaha cari-cari tiang untuk bertahan di industri ini," jelas Dany.

Jika seorang musisi atau pelaku industri musik punya bekal pengetahuan mumpuni, ia yakin yang bersangkutan akan bisa bertahan. Begitu juga dengan generasi baru, mereka akan bisa bersaing di industri musik Tanah Air.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler