Kemenkeu Ajak Milenial Ikut Hackathon 'Generasi #UangKita'

Bandung - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar kompetisi hackathon berskala nasional berjudul 'Generasi #UangKita'. Kompetisi ini punya tujuan supaya generasi milenial Indonesia punya visi dan semangat tinggi dalam memajukan bangsa melalui ide dan solusi inovatif berbasis teknologi.

Melalui kompetisi ini, mereka ditantang untuk mendesain, mengeksekusi, dan mengomunikasikan wadah edukasi berupa digital application dan marketing plan yang berdampak positif dalam meningkatkan pemahaman generasi milenial tentang kebijakan keuangan negara.

Dalam rilis yang diterima BeritaBaik, Selasa (5/2/2019) dijelaskan bahwa kompetisi hackathon Generasi #UangKita ini akan mengumpulkan generasi muda yang unggul di berbagai bidang yang terbagi dalam dua archetypes, yakni developer dan designer.

Kedua archetypes tersebut akan mendapatkan kesempatan pendampingan dari perwakilan Kemenkeu dan pakar di bidang industri teknologi. Selain itu, mereka berkesempatan untuk mempresentasikan ide inovatif dan solusi teknologi kepada para penyusun regulasi di Kemenkeu. Solusi teknologi dan ide inovatif terbaik diharapkan menjadi masukan bagi Kemenkeu dalam merancang program komunikasi kepada generasi milenial.

Sebelumnya Kemenkeu telah membuka registrasi online kompetisi ini dimulai sejak 1 Oktober 2018 hingga 31 Januari 2019. Peserta yang telah melakukan registrasi selanjutnya akan diseleksi, dimana 30 kandidat terpilih dalam final kompetisi hackathon akan diumumkan pada 1-3 Maret 2019.

Kementerian Keuangan menyadari bahwa jumlah populasi generasi muda khususnya mahasiswa saat ini masih belum sebanding dengan besarnya pengetahuan, peran, dan partisipasi dalam isu-isu kebijakan publik.

Di tengah cepatnya kemajuan teknologi dan pertumbuhan populasi generasi muda usia produktif, Kemenkeu berupaya mencari ide dan inovasi terkini guna membantu penyusunan kebijakan yang lebih transparan serta memberikan ruang edukasi untuk publik. Dengan demikian, Pemerintah dapat bekerja secara maksimal dengan melibatkan partisipasi publik.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler