Waspadai Penipuan Program Satu Juta Rumah Ya!

Bandung - TemanBaik sudah tahu Program Satu Juta Rumah yang digulirkan pemerintah? Kalau belum tahun, nih BeritaBaik kasih ulasan ringkasnya.

Program Satu Juta Rumah merupakan program pemerintah dalam bidang pembiayaan perumahan bersubsidi. Melalui program itu, masyarakat berpenghasilan rendah bisa menyicil rumah dengan skema KPR yang mudah dijangkau.

Tapi, hati-hati ya TemanBaik! Program itu ternyata dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan penipuan. Mereka mengatasnamakan pihak tertentu dengan ujungnya meminta uang dengan dalih untuk rumah subsidi.

Tapi, pada akhirnya rumah yang diidamkan tidak dimiliki. Sebaliknya, uang yang disetorkan pun lenyap entah ke mana. Ngeri kan kalau itu menimpa TemanBaik?

Jika mendapat tawaran Program Satu Juta Rumah yang tersebar di berbagai daerah, kamu harus lebih waspada ya. Kamu harus memastikan berbagai hal agar tidak jadi korban penipuan.

Kepala Satgas Pemantauan dan Pengendalian Program Satu Juta Rumah (P2PSR) Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Lucky Harry Korah pun memberikan tip. Apa saja?

Baca Ini Juga Yuk: Gubernur Sumsel Beri Rumah untuk Warga Pakai Uang Pribadi

"Masyarakat jangan terburu-buru menanggapi ketika ada oknum yang menawarkan rumah subsidi Program Satu Juta Rumah. Cek dulu status tanah, perizinan, pelaksanaan fisik bangunan, dan lain-lain agar tidak dirugikan," kata Lucky di laman resmi Kementerian PUPR.

P2PSR sendiri sudah menerima berbagai laporan dari masyarakat. Mereka mengadu jadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan Program Satu Juta Rumah.

Sang oknum pada intinya meminta sejumlah uang. Bukan hanya untuk rumah biasa, penipuan juga dilakukan dengan penawaran untuk rumah susun. Selain penipuan dengan tatap muka, pelaku juga melakukan aksinya dengan cara lain loh TemanBaik. Mereka memanfaatkan gawai sebagai media melancarkan penipuan.

"Penipuan di sektor perumahan juga terjadi dalam bentuk booking payment melalui SMS atau Whatsapp supaya masyarakat segera mentransfer sejumlah uang tertentu untuk booking unit yang jumlahnya sudah sangat terbatas," jelas Lucky.

Lebih hati-hati ya TemanBaik. Jangan sampai uang kamu lenyap, rumah pun tidak didapatkan.


Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler