Mengintip Sosialisasi Pemilu dalam Dua Bahasa di Bandung

Salah satu gedung di area GOR Pajajaran, Kota Bandung, hari ini menjadi tempat sosialisasi Pemilu 2019 yang dilakukan KPU Kota Bandung nih TemanBaik. Para pesertanya adalah berbagai penyandang disabilitas, mulai dari tunanetra, tunadaksa, hingga tunarungu.

TemanBaik mau tahu bagaimana sosialisasinya? Menarik loh cara yang dilakukannya.

Selain perwakilan KPU Kota Bandung, ada Suhendar seorang penyandang low vision yang jadi pembicara. Mereka memaparkan pentingnya menggunakan hak pilih hingga tata cara mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS).

Agar bisa dimengerti oleh para tunarungu, pemaparan juga disampaikan dengan menggunakan bahasa isyarat di waktu yang bersamaan. Djumono, seorang tunadaksa, menjadi penyampai bahasa isyarat sambil duduk di kursi rodanya.

Djumono sendiri cukup mahir dalam menggunakan bahasa isyarat menggunakan tangannya. Tangan dan jaringan terus bergerak untuk menyampaikan apa yang dipaparkan pembicara.


Puluhan peserta yang hadir pun tampak serius loh TemanBaik menyimak apa yang disampaikan para narasumber. Mereka bahkan tampak sangat antusias saat surat suara dibuka dan dijelaskan bagaimana cara mencoblos yang benar.

Salah satu momen unik yang terjadi adalah saat kotak suara disimpan di lantai. Salah seorang peserta sosialisasi kemudian diminta maju untuk duduk di atas kotak suara. Itu untuk membuktikan bahwa kotak suara kuat menahan beban hingga 80 kilogram.

Gelak tawa pun terjadi di antara para peserta sosialisasi karena melihat peserta duduk di atas kotak suara dengan gaya cengengesan. Mereka kemudian bertepuk tangan.

Usai sesi pemaparan, sesi tanya-jawab dibuka. Para peserta pun berebut untuk bertanya dan menyampaikan aspirasinya. Salah satu yang bertanya adalah Linda Indriani (56). Ia meminta agar akses di TPS ramah bagi pengguna kursi roda.

"Kalau bisa tempat mencoblos dan kotak suaranya juga enggak tinggi untuk memudahkan pengguna kursi roda," ucap Linda.

Sesi tanya-jawab sendiri berjalan cukup interaktif. Kegiatan pun ditutup dengan foto bersama antara peserta dan penyelenggara kegiatan.

Ketua Bidang Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Bandung Adi Prasetyo berharap sosialisasi itu berbuah manis. Tujuan besarnya, penyandang disabilitas diharapkan menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019.

"Kita sedang bekerja keras dan sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi untuk teman-teman (disabilitas) ini. Dengan sosialisasi seperti ini, kita berharap partisipasi mereka tinggi di pemilu nanti," jelas Adi.

Ke depan, sosialisasi bagi penyandang disabilitas akan terus dilakukan secara bertahap di Kota Bandung. Sebab, jumlah mereka cukup banyak. Untuk tunadaksa, tercatat ada 421 orang yang punya hak pilih, tunanetra 452 orang, tunarungu 245 orang, tunagrahita 174 orang, dan disabilitas lain mencapai 835 orang.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler