Kisah Haru Keluarga Buruh Bangunan Sekolahkan Anak di ITB

Bandung - Rifky Hafid (19) kini sedang membangun mimpi masa depannya dengan berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Digantara angkatan 2018. Ada kisah membanggakan sekaligus bikin terharu loh TemanBaik dari kehidupan Rifky.

Rifky ternyata anak dari ayah seorang kuli bangunan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ayahnya bernama Uu Sunarya (49). Tapi, siapa sangka, sang ayah bisa membuat Rifky kuliah di ITB. Bahkan, kakak Rifky, Gina Sabila (21), juga kuliah di jurusan Farmasi Universitas Padjadjaran angkatan 2016.

Ada rasa kebangaan besar dalam benak Rifky. Meski ayahnya hanya kuli bangunan, tapi ia berusaha keras untuk membuat anaknya mengenyam pendidikan tinggi. Sang ayah ingin kedua anaknya memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik dari orangtuanya.

"Gambaran seorang ayah buat saya, dia seorang yang mampu memberi motivasi bagi anak-anaknya untuk menggapai mimpi. Dia jadi 'bahan bakar' untuk anak-anaknya," kata Rifky saat ditemui di Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Jumat (1/3/2019).

Ia sendiri tidak bisa bercerita panjang lebar soal panjang dan beratnya perjuangan sang ayah. Tapi, ia sangat bangga meski ayahnya seorang kuli bangunan.

Baca Ini Juga Yuk: Salsabilla, Mahasiswa ITB Tunarungu yang Jago Bikin Komik

Dalam perjuangan membesarkan kedua anaknya, seringkali ayah dan ibu Rifky 'puasa' seharian demi menghemat uang. Bagi mereka, masa depan sang anak adalah segalanya.

Sehingga, hal itu membuat kedua orangtua Rifky sering mengalah demi membuat anak-anaknya bahagia dan tercukupi kebutuhannya. Rifky pun teringat salah satu momen di masa kecilnya.

"Waktu itu kita masih kecil, saat itu bulan Ramadan dan keluarga saya dalam krisis ekonomi. Mereka membangunkan anak-anaknya untuk bangun dan makan sahur. Tapi mereka enggak makan," tuturnya.

Gina, sang kakak, pun bertanya pada orangtuanya kenapa tidak ikut makan. Mereka hanya menjawab sudah lebih dulu makan saat Gina dan Rifky masih tidur. "Ternyata setelah ditelusuri mereka enggak makan sama sekali," ungkap Rifky.

Berkaca dari perjuangan dan pengorbanan kedua orangtuanya, Rifky punya mimpi besar. Setelah lulus kelak, ia ingin menjadi orang yang membanggakan dan berguna bagi keluarga. Profesi apapun yang kelak akan dijalaninya, ia berharap bisa membayar jerih payah orangtuanya dengan rasa bangga di hati mereka.

Rifky sendiri berusaha membuat beban orangtuanya lebih ringan. Ia pun bersyukur bisa kuliah di ITB setelah mendapatkan beasiswa. "Untuk biaya kuliah alhamdulillah dapat beasiswa Bidikmisi dari pemerintah, jadi biaya kuliah enggak bayar, terus dikasih biaya hidup per bulan (di Bandung)," pungkas Rifky.

Bikin terharu kan TemanBaik kisah Rifky ini? Kisah Rifky jadi gambaran umum bagaimana besarnya perjuangan orangtua demi membuat kehidupan anaknya di masa depan. Yuk, bikin orangtua TemanBaik bangga!


Foto: Oris Riswan


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler