Mengintip Keseruan Omed-omedan, Tradisi Unik di Bali Usai Nyepi

Denpasar - Ada banyak tradisi unik dari Bali, salah satunya Omed-omedan. Kalau TemanBaik belum tahu, tradisi ini adalah tradisi tahunan yang digelar Banjar Kaja Sesetan, Desa Sesetan, Denpasar seusai Nyepi. Omed-omedan tahun ini digelar sehari setelah Hari Raya Nyepi. 

Omed-omedan sendiri berasal dari istilah Bali “omed” yang berarti menarik. Tradisi ini berisi ritual tarik-menarik secara bergantian antara kelompok truna (pemuda) dan truni (pemudi).

Menurut tokoh Desa Sesetan I Gusti Ngurah Oka Putra tradisi Omed-omedan digelar untuk memperingati pergantian tahun baru Caka. “Tak hanya itu Omed-omedan sekaligus sebagai ajang dharma shanti (menjalin silaturahmi) antar sesama warga,” tutur Oka pada BeritaBaik.

Kedua kelompok ini berbaris berhadap-hadapan dengan dipandu oleh tetua adat. Kemudian, secara bergantian dipilih seorang dari masing-masing kelompok untuk diangkat dan diarak pada posisi paling depan barisan.

Lantas kedua kelompok saling beradu dan kedua muda-mudi yang diposisikan paling depan harus saling berpelukan satu sama lain. Saat keduanya saling berpelukan, masing-masing kelompok akan menarik kedua rekannya tersebut hingga terlepas satu sama lain.

Baca Ini Juga Yuk: Segarkan Mata Sambil Berwisata Sejarah Di Taman Ujung Karangasem

Jika kedua muda-mudi ini tidak juga dapat dilepaskan, panitia akan menyiram mereka dengan air hingga basah kuyup. Ketika pasangan muda-mudi saling bertemu dan berpelukan erat, ada kalanya mereka akan saling beradu pipi, kening, dan bahkan bibir. Sehingga tradisi ini sering disalahartikan sebagai ajang berciuman massal.

Padahal dalam pelaksanaannya, Omed-omedan diawali dengan persembahyangan dan dengan pakem-pakem adat, loh. Sebelum Omed-omedan dimulai terlebih dahulu digelar pementasan Barong Bangkung.

Tradisi ini diperkiran sudah ada sejak abad ke-19 dan berlangsung hingga saat ini. Bahkan tradisi ini juga sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Menyadari hal ini, masyarakat setempat kemudian mengemas tradisi omed-omedan sebagai sebuah festival warisan budaya tahunan dengan tajuk Omed-omedan Cultural Heritage Festival yang juga dimeriahkan dengan bazaar dan panggung pertunjukan. Dari tahun ke tahun, pengunjung festival ini terus meningkat, terlebih lagi dari kalangan penggemar fotografi yang mengabadikan momen langka sebagai objek yang menarik. 


Foto: Djuli Pamungkas

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler